Kecewa Formula E Tak Disupport BUMN, Mufti Anam: Masa Tak Malu

1147

Pasuruan (WartaBromo.com) – Ajang balap mobil listrik Formula E memang telah usai dan sukses digelar pada Sabtu (7/6) lalu. Namun, rupanya ajang itu masih menyisakan kekecewaan. Salah satunya dari anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam.

BUMN sendiri merupakan salah satu mitra kerja Komisi VI. Dalam rapat kerja yang dihadiri Menteri BUMN, Erick Thohir, Mufti lebih banyak menyoroti absennya BUMN dalam mensupport gelaran Formula E. Padahal, ajang balap mobil ini disiarkan oleh 170 negara di dunia.

“Saya mau bicara soal Formula E. Beberapa bulan sebelum formula E digelar, Pak Jokowi datang kesana. Kalau pak Jokowi datang, kan sebagai Menteri harusnya paham bahwa tujuan Presiden memberikan sinyal pada para menterinya agar Formula E bisa lancar, sukses dan bisa menjadi kebanggaan bangsa kita,” kata Mufti mengawali pembicaraan dalam raker yang digelar Selasa (7/6).

Baca Juga :   PGN Pastikan Pasokan Gas Rumah Tangga di Semarang dan Blora Tetap Terjaga

Yang membuat lebih kecewa lagi, saat Mufti mendengar ketua pelaksana Formula E, Ahmad Sahoni yang sudah ngemis-ngemis agar disponsori BUMN. “Kawan kami, Pak Sahroni sampai ngemis-ngemis ke pak Menteri. Katanya iya-iya tapi tidak juga. Sama anak Pertamina juga sama. Bukan ngasih sponsor tapi hanya minta potongan harga,” cetusnya.

Mufti menampik anggapan jika statemennya tersebut adalah upaya untuk mendukung Anies Baswedan. Menurutnya, bukan kapasitas dirinya untuk mendukung Anies. “Kalau soal capres kami jelas, partai kami punya Mbak Puan Maharani. Sekali lagi ini bukan soal mendukung kepentingan Anis Baswedan, tapi untuk kepentingan bangsa dan negara,” cetus anggota DPR RI dari Dapil Pasuruan – Probolinggo ini.

Baca Juga :   Pandemi COVID 19 Telah Mendorong Akselerasi Digital BUMN

Sentilan Mufti kepada Lembaga kementerian yang menjadi mitra kerjanya bukan hanya dilakukan saat ini. Beberapa waktu lalu, saat minyak goreng menjadi barang langka dan harganya mencekik leher masyarakat, Mufti juga bersuara keras. Bahkan, dirinya juga mengingatkan kepada Menteri Perdagangan, M Lutfi saat itu, agar lebih banyak mendengar aspirasi masyarakat dibawah.

Nah, kali ini, suara keras dari anggota Fraksi PDI Perjuangan ini juga menggelegar. Ia lebih menitikberatkan pada faktor kepentingan bangsa di mata dunia dalam gelaran Formula E ini. Menurutnya, sebagai pembantu Presiden, seharusnya Menteri BUMN lebih bijak dalam urusan tersebut.

“Masak kita ndak malu. Saya lihat disitu ada logo MS Glow For Man. Ini produk kecantikan. Mereka berhasil sukses, bukan karena bantuan negara. Tapi anak muda (yang punya produk MS Glow, red) ini punya keinginan untuk mengharumkan nama bangsa kita. Sehingga dia mau melakukan sponshorsip disitu,” cetusnya.