Jajanan Pasar yang Identik Digunakan Untuk Sesajen, Kamu Pernah Makan

98

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebagian upacara adat dalam tradisi Jawa tak pernah lepas dari sesaji. Tak cuma bunga dan dupa tetapi ada juga sajian berupa makanan dan jajanan.

Upacara tersebut biasanya dilakukan untuk memperingati orang meninggal, pernikahan, kehamilan hingga kelahiran bayi. Dalam upacara tersebut akan diselenggarakan doa bersama yang dipimpin tokoh yang dituakan.

Nah, sesaji yang dihidangkan adalah sebagai pelengkap ritual. Ragam sajiannya pun disesuaikan dengan masing-masing acara.

Tapi, dilansir dari berbagai sumber ada beberapa jajanan pasar yang identik dijadikan sesajen. Apa saja?

1. Cenil

Kue basah yang satu ini terbuat dari pati singkong dan tepung kanji. Adonannya kemudian diberi pewarna makanan sehingga punya beragam warna yang cantik.

Baca Juga :   Polisi Kantongi Identitas Pria Penendang Sesajen di Semeru

Cenil disajikan sebagai sesaji karena filosofinya mendalam. Salah satunya dikenal sebagai makanan yang dibuat sebagai pengganti beras agar bisa dikonsumsi di masa paceklik.

Beli cenil di sini.

2. Gatot

Jajanan ini berasal dari Gunung Kidul, Yogyakarta. Nama ‘gatot’ diambil dari gagal total. Ini karena gatot terbuat dari singkong yang tak bisa tumbuh maksimal umbinya.

Singkong tersebut kemudian dijemur hingga kering hingga menjadi gaplek. Gaplek kemudian direndam semalaman, dipotong-potong lalu dikukus dengan gula merah.

Jajan gatot bisa di beli di sini.

3. Getuk

Jajanan yang satu ini mudah ditemui di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kata ‘gethuk’ sendiri diambil dari bahasa Jawa yang artinya singkong rebus tumbuk.

Baca Juga :   Warga Tengger Ramai-ramai Datangi Punden, Berharap Erupsi Berakhir

Ada beragam warna gethuk yang dijual pedagang. Gethuk biasanya disajikan dengan parutan kelapa.

Beli getuk di sini.