Kampanye Krisis Iklim, Aktivis Greenpeace Diintimidasi Ormas di Probolinggo

129
Aktivis Greenpeace (kiri) saat diminta membuat surat pernyataan bermaterai oleh ormas TKN di Probolinggo, Senin (7/11/2022).

Probolinggo (WartaBromo.com) – Sejumlah orang dari organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Probolinggo mengintimidasi aktivitas Greenpeace. Rombongan pesepeda itu dipaksa putar balik ke Jakarta.

Intimidasi terhadap Tim Pesepeda Chasing the Shadow Greenpeace terkadi pada Senin (7/11/2022) petang. Saat tim dari organisasi lingkungan global itu singgah di Probolinggo. Namun, saat berada di Kota Mangga ini, tim Greenpeace mendapat intimidasi dari ormas Tapal Kuda Nusantara (TKN).

TKN beralasan kegiatan kampanye oleh Greenpeace akan mengacaukan KTT G20 pada 16 November 2022 nanti.
“Kami menengarai Greenpeace sengaja bertindak untuk kepentingan luar negeri,” Eko Prasetyo selaku ketua TKN.

Aksi para aktivis Greenpeace itu merupakan bagian dari kampanye kritis iklim dan energi yang melanda negeri ini. Greenpeace menilai, pemerintah dan para pihak perlu lebih serius untuk menekan emisi guna mengatasi perubahan iklim yang telah mengundang banyak bencana belakangan ini.

Baca Juga :   Karang Taruna di Probolinggo Ini Gelar Pasar Heppiii Berhadiah Kambing

Dalam aksinya itu, para aktivis bersepeda dari Jakarta sejak beberapa RI lalu. Selama perjalanan, mereka melakukan reportase terkait dampak krisis iklim.

Akan tetapi, usaha itu justru mendapat perlawanan dari TKN. Ormas ini justru menolak kampanye oleh Greenpeace. Oleh TKN, tim Greenpeace diminta menandatangi surat bermaterai dan memaksanya putar balik.

“Kami minta dan paksa mereka putar balik. Jangan melanjutkan perjalanan atau kampanye ke Bali sampai KTT G20 selesai digelar,” tegas Eko.

Para pegiat ormas TKN saat mengintimidasi dan memaksa tim Greenpeace putar balik.

Salah satu aktivis Greenpeace, Zamzam menyayangkan peristiwa itu. Padahal, pihaknya hanya ingin mengkampanyekan isu lingkungan yang dampaknya begitu luar biasa.

Baca Juga :   Koran Online 12 Des : Banjir Bandang Terjang Tiris, hingga Anak Punk Aniaya Pacar

“Kami ingin KTT G20 di Bali benar-benar menerapkan transisi energi,” ujar Zamzam.

Leonard Simanjuntak, selaku Ketu Greenpeace Indonesia, menyebut jika intimidasi terhadap Tim pesepeda Chasing the Shadow Greenpeace sudah terjadi sejak berada di Semarang. Baik dari orang-orang tak dikenal maupun yang berseragam polisi.

Di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah itu, sekitar 7 orang yang mengaku polisi sempat mendatangi tim Greenpeace yang sedang on air di sebuah stasiun radio. Mereka menanyakan rencana aksi di Simpang Lima, Semarang. Padahal, Greenpeace tak berencana menggelar aksi di kawasan tersebut.

“Di Semarang, Greenpeace menggelar acara pameran foto, diskusi, dan pertunjukan musik di Gedung Oudetrap, Kota Lama,” tulis ia melalui rilis yang diterima WartaBromo.

Sejumlah aparat berseragam Korps Bhayangkara dan militer juga kerap terlihat di tempat-tempat yang didatangi para pesepeda dan tim Greenpeace Indonesia. Seperti di Desa Timbulsloko, Sayung, Demak, dan di Desa Tegaldowo, Gunem, Rembang.

Baca Juga :   Warga Mayangan Keluhkan Pabrik Kotoran Ternak di Tengah Permukiman

Represi semakin meningkat saat tim bergerak dari Semarang menuju Surabaya. Tim Chasing the Shadow mengalami teror berupa pengintaian dari orang tidak dikenal dan indikasi perusakan kendaraan.

“Puncaknya terjadi dalam perjalanan menuju Probolinggo, di mana ancaman jika kami melanjutkan perjalanan disampaikan secara terang-terangan, baik secara lisan maupun melalui penggembosan ban kendaraan,” lanjut ia. (saw/asd)