Yuk, Melek Investasi! Ini 3 Rekomendasi Investasi Saham untuk Pemula

196

Pasuruan (WartaBromo.com) – Bagi pemula yang ingin mencoba berinvestasi saham sebaiknya tidak sembarangan memilih instrumen investasinya. Tak lain demi menghindari kerugian besar saat sudah benar-benar terjun.

Nah, bila takut salah memilih instrumen investasi, berikut ada beberapa rekomendasi investasi saham untuk pemula dilansir dari ojk.go.id. Penasaran apa saja?

Simak berikut!

1. BBRI

BBRI bisa menjadi rekomendasi saham untuk jangka panjang bagi pemula. Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, BRI atau Bank Rakyat Indonesia merupakan salah satu pilihan terbaik bagi para investor, khususnya untuk pemula.

Ada beberapa alasan mengapa BBRI bisa menjadi pilihan yang baik bagi investor pemula. Pertama, BRI memiliki pangsa pasar yang luas di Indonesia dan terus mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Baca Juga :   Tito Perintahkan Sisir Aturan Daerah yang Hambat Investasi

Kedua, BRI memiliki fokus yang kuat pada sektor perbankan mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ketiga, BRI memiliki kehadiran yang luas di seluruh Indonesia melalui jaringan cabangnya yang luas.

2. BBNI

BBNI atau Bank Negara Indonesia adalah salah satu saham yang termasuk dalam kategori blue chip terbaik di Indonesia. Sebagai bank BUMN yang besar dan terkemuka di negara ini, BBNI menawarkan sejumlah keuntungan bagi investor, termasuk pemula.

Kedua, sebagai bank BUMN, BBNI memiliki basis pelanggan yang kuat dan kehadiran yang luas di seluruh Indonesia. Ketiga, dengan mengeluarkan jumlah uang kurang dari 1 juta rupiah, Anda sudah bisa membeli 1 lot saham BBNI.

3. BMTR

BMTR atau Global Mediacom memang merupakan perusahaan yang memiliki portofolio yang cukup besar, termasuk RCTI, Global TV, MNC TV, dan Okezone. Selain itu, mereka juga aktif dalam pengembangan aplikasi media online berlangganan seperti Roov dan Vision.

Baca Juga :   Ini Keuntungan Investasi Emas yang Penting Diketahui

Pada kuartal ketiga tahun 2022, Global Mediacom mencatatkan laba bersih sebesar 1,7 triliun rupiah. Meskipun jumlah ini mengalami penurunan sebesar 200 miliar rupiah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, serta telah menunjukkan performa yang positif.

Berdasarkan hal ini, perlu diketahui bahwa penting untuk mengingat investasi di pasar saham tentunya ada risiko. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan analisis yang cermat dan mempertimbangkan profil risiko serta tujuan investasi Bolo sebelum membuat keputusan investasi. (tra/trj)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.