Kemarau Panjang, Jalur Pendakian Lama Semeru Terbakar

74

Lumajang (wartabromo.com) – Kemarau yang masih melanda membuat sejumlah vegetasi kering dan mati. Akibatnya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di lereng Gunung Semeru, Lumajang.

Titik api berada di sekitar jalur pendakian lama Gunung Semeru. Api membakar lahan hutan di blok Ayak-ayak dan Sentong. Sampai sejauh ini, upaya pemadaman terus dilakukan oleh sejumlah petugas gabungan.

“Anggota kami perintahkan untuk lakukan pemadaman, serta melokalisir agar api tidak meluas,” kata Dandim 0821 Lumajang, Letkol Czi. Gunawan Indra, Minggu (15/10/2023).

Kering akibat kemarau yang masih melanda, serta kencangnya hembusan angin, membuat api sulit dipadamkan. Belum lagi medan perbukitan, yang menyulitkan untuk dijangkau tim pemadam kebakaran.

Baca Juga :   Gudang Mebel Antik Ludes Terbakar

Petugas gabungan TNI, Polri, TNBTS dan relawan, masih terus bergerak menyisir titik-titik api. Beruntung, kebakaran tidak meluas hingga ke wilayah pemukiman warga di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro.

Masih menurut Gunawan, penyebab kebakaran murni akibat kondisi alam yang terlalu ekstrem. “Bukan kelalaian masyarakat, tapi memang kondisi alamnya seperti ini,” tandasnya.

Namun demikian, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak memantik api. Di antaranya, berhati-hati saat membuang puntung rokok, sampai tidak sembarangan menyalakan api. Belum diketahui, berapa total luasan lahan yang terbakar kali ini. (lai/may)