Infrastruktur Lokal Rusak, Warga Watu Gajah Hadang Dump Truk Tol Probowangi

85

Kotaanyar (WartaBromo.com) – Puluhan warga di Dusun Watu Gajah, Desa Sambirampak Kidul, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, menghadang puluhan dump truk yang mengangkut material pembangunan Tol Probowangi pada Sabtu (23/12/2023).

Informasi dari warga setempat menyebutkan bahwa aksi penghadangan terjadi sebagai protes terhadap aktivitas pertambangan di Desa Gondosuli, Kecamatan Pakuniran. Lokasi tambang itu menjadi sumber material proyek Tol Probowangi.

Warga, sebagian besar dari kalangan ibu rumah tangga, mengungkapkan keluhannya terkait dampak lalu lintas dump truk di desa mereka. Mereka mengeluhkan kerusakan jalan dan kerusakan pipa air bersih, yang merupakan sumber kehidupan mereka.

Dalam rekaman video yang beredar di grup pesan WhatsApp, seorang ibu rumah tangga menyuarakan kekecewaannya, “Coba lihat. Coba perhatikan. Sudah banyak jalan rusak, berlubang karena dilewati truk tambang. Pipa air bersih juga banyak yang rusak.”

Baca Juga :   Hujan Deras, Tebing di Jalur Menuju Bromo via Sukapura Longsor

Warga juga menyoroti debu yang terbang saat truk-truk ini melintas, mengganggu keseharian mereka. Beberapa pengendara disebut menutup mata dan hidung karena debu. Sementara sopir truk dianggap berkendara tanpa memperhatikan keamanan.

Kepala Desa Sambirampak Kidul, Junaidi, mengonfirmasi insiden penghadangan tersebut. Dia menyebut bahwa dump truk yang dihadang jumlahnya banyak, menyebabkan kemacetan di daerah tersebut. Sebab, warga memasang bambu sebagai penghalang di tengah jalan raya.

Junaidi memahami kekesalan warganya. Apalagi menurutnya bahwa selama ini belum ada kompensasi yang diberikan kepada mereka.

“Saya tidak bisa mengendalikan warga saat aksi itu berlangsung. Mereka kesal dengan aktivitas lalu lalang dump truk karena merusak jalan dan pipa air bocor,” ucap Junaidi.

Baca Juga :   Pelayanan SIM Polres Probolinggo Sediakan Fasilitas Vaksin

Junaidi menambahkan bahwa dirinya tidak berada di tempat saat aksi penghadangan terjadi. Ia menyatakan bahwa jika dirinya berada di rumah, ia tidak akan membiarkan aksi tersebut terjadi.

“Katanya, warga kesal dengan aktivitas dump truk. Kalau saya ada di rumah, pasti tidak saya bolehkan aksi itu terjadi,” tandas Junaidi terkait aksi tersebut. .