Cuaca Ekstrem di Bromo: Kapolres Probolinggo Ajak Wisatawan Hindari Lautan Pasir Saat Hujan

192

Probolinggo (WartaBromo.com) – Pemotor terjebak dalam arus deras di Kawasan Gunung Bromo pada Selasa (9/1/2024) memicu perhatian Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana. Ia mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan saat mengunjungi kawasan tersebut.

Fenomena limpasan air setiap tahun saat hujan deras menjadi perhatian Kapolres Wisnu Wardana. Meskipun aliran air tidak berlangsung lama, ia menyoroti potensi bahaya kepada pengunjung dan warga sekitar.

“Koordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) telah dilakukan untuk memberikan edukasi kepada warga dan wisatawan,” ujar Wisnu pada Rabu (10/1/2024).

AKBP Wisnu menegaskan pentingnya perhatian terhadap kondisi alam, terutama bagi wisatawan yang pertama kali mengunjungi Gunung Bromo. Mengingat dalam beberapa bulan ke depan, hujan deras diprediksi turun di wilayah tersebut.

Baca Juga :   300 Warga Bersinggungan dengan Pasien Positif Corona di Kabupaten Probolinggo hingga Rincian Penerima Bantuan Dampak Covid-19 di Kota Pasuruan | Koran Online 22 April

“Saat cuaca buruk, khususnya turun hujan, untuk keselamatan wisatawan sebaiknya tidak berada di lautan pasir Brom,” tegas perwira kelahiran Sidoarjo itu.

Peristiwa pemotor terjebak terjadi di sekitar Bukit Dingklik, Desa Wonokitri, Tosari, Pasuruan, dimulai sejak pukul 11.00 WIB. Tingginya air mencapai betis orang dewasa, karena aliran dari Gunung Widodaren menuju lautan pasir Bromo.

Kapolres Probolinggo berharap imbauan ini dapat meningkatkan kesadaran akan risiko dan menjaga keamanan wisatawan di kawasan Bromo. (lai/saw)