Ada 12 Kasus Kematian, DBD di Probolinggo Belum KLB

48
demam berdarah

Kraksaan (WartaBromo.com) – Kasus Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Probolinggo terus meningkat dari Januari hingga Maret 2024. Ada 12 kasus kematian, meski begitu pemerintah belum menetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mencatat angka pasien DBD mencapai 993 orang dengan 12 kasus kematian menjelang akhir Maret 2024. Dari jumlah tersebut, kasus tersebar di 330 desa/kelurahan di 24 kecamatan.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Nina Kartika, wilayah yang terdampak paling signifikan adalah bagian timur Probolinggo, seperti Kecamatan Besuk, Paiton, dan Kraksaan.

“Hanya saja untuk saat ini tren DBD di beberapa kecamatan ini sudah mulai menurun,” ujar dr Nina, Rabu (27/3/2024).

Baca Juga :   Guru Adit, Penderita Jantung Bocor Galang Dana

Meskipun tren DBD mulai menurun di beberapa kecamatan, dr. Nina menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di setiap rumah.

“PSN harus dilakukan secara menyeluruh di setiap rumah, tanpa terkecuali. Langkah ini menjadi kunci penting dalam upaya menekan angka kasus DBD,” ungkap dr. Nina.

Walau angka kasus DBD di Probolinggo tinggi, dr. Nina menegaskan bahwa belum ada KLB (Kasus Luar Biasa) yang diumumkan. “Tapi meski di Probolinggo kasusnya tinggi, tapi belum ada KLB (Kasus Luar Biasa),” kata ia.

Namun, kesadaran masyarakat dan tindakan preventif seperti PSN menjadi kunci dalam mengatasi penyebaran DBD yang bersifat lingkungan ini. Karena kasus DBD ini nilai konsepnya itu dari lingkungan atau penyakit berbasis lingkungan. (aly/saw)