96 Jamaah Haji Probolinggo Murur Saat Mabit di Muzdalifah

62

Probolinggo (WartaBromo.com) – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menetapkan 2 skema mabit (menginap) di Muzdalifah, yaitu murur dan normal, untuk jamaah haji tahun ini.

Tidak semua jamaah asal Kabupaten Probolinggo, akan mabit di tanah lapang Muzdalifah. Sebanyak 96 jamaah akan menggunakan skema murur.

Ketua Kloter 33, Ervin Syarif Arifin, menyatakan hanya ada 5 jamaah di kloternya yang akan murur, semuanya pengguna kursi roda sejak dari tanah air. Awalnya ada 18 jamaah yang hendak murur.

“Ini menjadi tantangan bagi kami untuk mengawal semua jamaah agar bisa ikut mabit dan memastikan kesehatannya. Insyaallah siap mengikuti puncak haji Armuzna,” ujar Ervin.

Sementara itu, Ketua Kloter 34, Moh. Sa’dun, menyebutkan 43 jamaahnya yang terdiri dari pengguna kursi roda dan risiko tinggi akan menggunakan skema murur.

Baca Juga :   Geledah 4 Titik, KPK Bawa Dokumen Dugaan Korupsi di Probolinggo

Mereka yang mengikuti tarwiyah akan diberangkatkan terlebih dahulu pada 7 Dzulhijah, Sedangkan yang tidak ikut tarwiyah akan berangkat pada 8 Dzulhijah.

Di Kloter 35, menginformasikan bahwa 48 jamaah akan menggunakan skema murur. Mereka umumnya merupakan jamaah lanjut usia dan yang memiliki kondisi kesehatan berisiko tinggi.

“Kami sudah melakukan pembinaan kepada jamaah haji untuk persiapan puncak haji,” ujar Ketua Kloter 35, Muhtar Yunus..

Pada skema murur, jamaah akan melintasi Muzdalifah tanpa turun dari bus, langsung menuju Mina. Sedangkan pada skema normal, jamaah akan bermalam di Muzdalifah dengan menggunakan sistem shuttle bus dari Arafah.

PPIH Arab Saudi mengumumkan bahwa pemberangkatan jamaah haji akan dilakukan pada Sabtu, 9 Dzulhijjah 1445 H atau 15 Juni 2024 pukul 19.00 waktu Arab Saudi. Setelah wukuf di Arafah, jamaah akan diberangkatkan ke Muzdalifah dengan skema yang sesuai.

Baca Juga :   Dilecehkan di Medsos, Perawat Probolinggo Polisikan Netizen

Jamaah yang murur akan langsung menuju Mina tanpa turun dari bus di Muzdalifah. Jamaah haji Indonesia sendiri akan menempati 1.169 tenda wukuf di Arafah yang terbagi dalam 73 maktab atau markaz.

Dengan penerapan dua skema mabit ini, PPIH Arab Saudi berharap dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi seluruh jamaah haji. Terutama bagi mereka yang memerlukan perhatian khusus. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.