Asep Lukman Juara Trial Game Dirt 2025 Seri Ketiga Probolinggo, Usai Menang Dramatis Atas Zidane

14

Probolinggo (WartaBromo.com) – Pertarungan sengit antara Asep Lukman Versus Zidane pada laga campuran open Trial Game Dirt 2025 seri ketiga Probolinggo cukup membuat penonton jantungan.

Pasalnya, usai adu cepat di lintasan yang cukup rumit, terjadi hal tak disangka yang menguntungkan Asep Lukman.

Lapangan Karya Bhakti, Probolinggo pun, menjadi arena panas persaingan kroser terbaik tanah air itu.

Unggulan M. Zidane yang difavoritkan juara harus tersingkir setelah motornya mengalami putus rantai saat melibas obstacle bigfoot jump di Heat 4.

Insiden itu membuatnya gagal finis, sementara Asep Lukman memanfaatkan momentum untuk mengunci titel juara dengan total 88 poin. Zidane harus puas di posisi ketiga dengan 76 poin.

Namun di Campuran Open, giliran Zidane bangkit. Ia tampil konsisten dan mengoleksi 95 poin untuk merebut podium pertama, sedangkan Asep menempati posisi kedua dengan 88 poin.

Meski begitu, kombinasi hasil di dua kelas membuat Asep Lukman berhak menyabet gelar Juara Umum Seri Probolinggo dengan 47 poin, unggul tipis dari Zidane yang mengemas 45 poin.

“Alhamdulillah saya bisa jadi juara umum seri Probolinggo. Ada faktor keberuntungan karena lawan sempat bermasalah, tapi saya juga berusaha tampil maksimal di setiap Heat. Kemenangan ini jadi motivasi besar menghadapi dua seri terakhir demi target juara umum,” ujar Asep, Minggu (31/8/25) dini hari.

Hasil ini membuat Asep semakin dekat dengan puncak klasemen. Di FFA Open, ia kini mengoleksi 69 poin, hanya terpaut satu poin dari Zidane yang memimpin dengan 70 poin.

Sementara di Campuran Open, Asep menempel ketat dengan 57 poin, di bawah Zidane yang masih kokoh dengan 75 poin.

Ketegangan juga tersaji di kelas Campuran Non-Seeded. Athaya Sena tampil impresif dan berhasil menebus kekecewaan di seri sebelumnya dengan menguasai podium utama lewat 50 poin.

Nova Mahendra menempel di posisi kedua dengan 44 poin, sementara Slamet Bius melengkapi tiga besar berbekal 38 poin.

Agnes Wuisan dari 76Rider selaku penyelenggara menyebut seri Probolinggo menjadi salah satu yang paling berkesan.

Probolinggo memang punya magnet tersendiri. Setelah hampir satu dekade absen, TGD kembali disambut luar biasa.

“Ribuan penonton memenuhi sirkuit, menciptakan atmosfer balap yang meriah. Hasil ini membuat persaingan menuju juara umum di dua seri terakhir dipastikan semakin panas dan sulit ditebak,” ujarnya.

Sebelum final, selama dua hari, Jumat (29/8) dan Sabtu (30/8), ribuan penonton disuguhi aksi spektakuler motocross dan grasstrack di empat kelas.

Mulai dari kelas FFA Open, Campuran Open, Campuran Non-Seeded, dan FFA Master. Di kelas utama FFA Open, duel perebutan podium berlangsung dramatis. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.