Wali Murid SDN Supiturang 2 Lumajang Kompak Minta Anaknya Belajar di Tenda Darurat, Ada Apa?

6

Lumajang (WartaBromo.com) – Pasca sekolah gabungan digelar, imbas hancurnya bangunan SDN Supiturang 2 karena erupsi pekan lalu, puluhan wali murid sekolah tersebut justru meminta anak mereka sekolah di tenda darurat.

Hal itu disampaikan Guru SDN Supiturang 2, Haryono. “Betul, setelah sempat digelar dua hari pembelajaran gabungan di SDN Supiturang 1, wali murid usul ke kami, untuk sekolah di tenda darurat saja,” katanya, Sabtu (29/11/2025).

Alasan wali murid meminta sekolah di tenda darurat, karena letak sekolah penampungan disebut terlalu jauh. Setiap pagi mereka harus mengantar anaknya berangkat sekolah.

Padahal di saat yang sama, setiap pagi, para orang tua ini sudah sibuk bekerja di ladang. Jika sekolah di tenda, jarak yang ditempuh relatif dekat.

Karena masih berada di lingkup tempat tinggal mereka. Anak-anak pun bisa berangkat sendiri tanpa harus diantar.

Salah satu siswa kelas 5, Rama Noval bilang, ketika sekolah di penampungan memang terlalu jauh.

“Ya senang bisa sekolah walau di tenda. Kalau disana (sekolah penampungan) kan jauh, banyak teman barunya,” ujarnya.

Sekolah di tenda darurat ini pun digelar dalam waktu yang tidak bisa ditentukan. Setidaknya menunggu sampai bangunan sekolah permanen didirikan untuk mereka. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.