Pasuruan (WartaBromo.com) – Seorang balita berusia 1,5 tahun dilaporkan hilang sekitar Sungai Gembong, Kota Pasuruan, Sabtu (3/1/2026) sore. Peristiwa ini terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan debit air sungai meningkat.
Korban diketahui bernama El Barra Zavian Mavendra. Kejadian berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan Gang Manohara, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, El Barra saat itu bermain di rumah neneknya bersama sang ibu. Saat hujan turun dengan intensitas tinggi, korban berada di ruang tamu. Sekitar pukul 16.30 WIB, ibu korban sempat meninggalkan anaknya ke dapur untuk mengambil makanan dengan kondisi pintu rumah telah tertutup.
Namun, sekitar lima menit kemudian, ibu korban kembali dan mendapati anaknya sudah tidak berada di dalam rumah. Salah satu pintu diketahui dalam kondisi terbuka sedikit. Diduga korban keluar rumah kemudian hilang.
“Lah arek iku isok mbuka, tak tinggal jupuk maem. Tak toleh wes gaonok, lawange mbuka titik (Anaknya itu bisa buka, ditinggal ngambil makan. Saya lihat sudah tidak ada, pintu buka sedikit),” kata Fahra, ibu korban saat ditanya tim BPBD.
Kasi Kedaruratan BPBD Kota Pasuruan, Anang Sururin, mengatakan hingga kini belum dapat dipastikan keberadaan korban. Dugaan sementara, korban terbawa arus sungai yang saat kejadian sedang meningkat akibat hujan deras.
“Dari keterangan ibu korban, saat kejadian hujan cukup deras dan debit air Sungai Gembong sedang naik. Ini yang menjadi dasar dugaan korban terbawa arus,” ujar Anang.
Menurutnya, setelah menerima laporan, BPBD Kota Pasuruan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan pencarian. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Tagana, Satpolairud Polres Pasuruan Kota, TNI-Polri, serta warga sekitar melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Gembong.
“Penyisiran difokuskan pada titik-titik rawan dan sepanjang aliran sungai. Hingga saat ini proses pencarian masih terus dilakukan,” jelasnya.
Diketahui, korban berdomisili di Tambakyudan, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, dan saat kejadian sedang berada di rumah neneknya.
BPBD Kota Pasuruan mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat cuaca ekstrem dan debit air sungai meningkat. (don)





















