Pelatih Persekabpas Masdra Akui Strategi Timnya Tak Berjalan dan Pemain Kurang Fokus

28

Surabaya (WartaBromo.com) – Ambisi Persekabpas Pasuruan untuk mengamankan tiga poin di laga krusial Grup D Liga Nusantara harus kandas. The Lassak hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Persiba Bantul dalam pertandingan yang digelar di Stadion Pasiran, Surabaya, Minggu (3/1/2026) sore.

Hasil ini terasa pahit bagi Persekabpas yang tampil dominan sepanjang laga. Namun dominasi penguasaan bola tak cukup membawa kemenangan, setelah fokus pemain yang menurun membuat keunggulan yang sudah diraih harus sirna dalam waktu singkat.

Tambahan satu poin membuat Persekabpas kini mengoleksi 17 poin dari 10 pertandingan. Meski masih bertahan di posisi kedua klasemen sementara, The Lassak gagal memperlebar jarak dan justru harus terus waspada dari kejaran tim-tim di bawahnya.

Pelatih Persekabpas, Masdra Nuriza, mengakui hasil tersebut bukanlah yang diharapkan. Ia menyebut strategi yang disiapkan tak sepenuhnya berjalan sesuai rencana.

“Hasil pertandingan ini tetap kami syukuri, meski sebenarnya kami ingin menang,” ujar Masdra, Senin (5/1/20256).

Masdra menilai anak asuhnya tampil dominan karena Persiba Bantul memilih bermain dengan skema serangan balik. Hal itu membuat Persekabpas lebih banyak menguasai bola dan menekan sejak awal.

“Kami dominan karena lawan bermain dengan taktik counter. Kami memang ingin menang, makanya penguasaan bola lebih kami pegang,” jelasnya.

Namun, ia menyoroti performa tim di babak pertama yang dinilai belum maksimal. Permainan The Lassak baru terlihat berkembang setelah turun minum.

“Catatan kami, babak pertama permainan agak tidak berjalan. Babak kedua mulai berkembang,” tambahnya.

Sayangnya, momentum positif itu tak mampu dijaga. Masdra menilai kurangnya fokus menjadi faktor utama gagalnya Persekabpas mengamankan kemenangan.

“Masalahnya di fokus. Saat sudah unggul, kami justru langsung kebobolan. Ini yang harus kami evaluasi,” tegasnya.

Di sisi lain, hasil imbang ini cukup menguntungkan Persiba Bantul. Tambahan satu poin membuat mereka mengoleksi 13 poin, menyamai Persebata, meski tetap berada di posisi keempat klasemen karena kalah selisih gol.

Sementara itu, Perseden Denpasar semakin kokoh di puncak klasemen dengan 21 poin hasil dari 7 kemenangan dari 10 laga. Persebata berada di posisi ketiga dengan 13 poin dari 9 pertandingan dan masih berpeluang menyalip Persekabpas. Gresik United menempel di peringkat kelima dengan 12 poin, sedangkan Waanal Brothers FC masih terpuruk di dasar klasemen dengan 7 poin dan selisih gol terburuk.

Hasil imbang ini membuat persaingan Grup D kian panas. Setiap pertandingan ke depan menjadi laga hidup-mati, terutama bagi Persekabpas yang tak lagi boleh kehilangan fokus jika ingin mengamankan tiket ke fase selanjutnya. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.