Probolinggo (WartaBromo.com) – Seruan menjaga kondusivitas daerah bertajuk Jogo Probo mengemuka di tengah dinamika politik lokal Kabupaten Probolinggo. Dua kelompok masyarakat dengan sikap berlawanan menggelar aksi di Kantor Bupati Probolinggo, Senin (5/1/2026).
Aksi tersebut memperlihatkan kontras sikap publik. Satu kelompok menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Bupati Moh. Haris (Gus Haris) dan Wakil Bupati Fahmi AHZ (Ra Fahmi), sementara kelompok lain menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Kedua aksi berlangsung beriringan di kawasan Kantor Bupati Probolinggo dengan pengamanan ketat dari kepolisian. Isu yang mengemuka dalam aksi itu berkaitan dengan proses seleksi Direktur Utama Perumdam Tirta Argopuro.
Sekitar 100 orang yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Independen Probolinggo menyuarakan dukungan terhadap pemerintah daerah dan panitia seleksi.
Di sisi lain, Aliansi L3GAM Probolinggo Raya, yang terdiri dari sejumlah organisasi masyarakat sipil, menyampaikan aspirasi kritis dengan jumlah massa sekitar 14 orang.
Aksi dukungan itu tak lepas dari sikap sejumlah tokoh masyarakat yang menilai adanya upaya-upaya tertentu yang dianggap mengganggu stabilitas pemerintahan daerah. Mereka menyoroti kritik yang dinilai kerap disampaikan di ruang publik dengan mengatasnamakan rakyat.
KH Jamaluddin Husein, menyatakan masyarakat Probolinggo membutuhkan suasana yang tenang agar pemerintah dapat fokus menjalankan agenda pembangunan. Menurut dia, kepemimpinan Gus Haris dan Ra Fahmi merupakan hasil pilihan mayoritas warga.
“Kami prihatin karena ada pihak-pihak yang terus memancing kegaduhan. Masyarakat menginginkan situasi kondusif dan mendukung penuh pemerintahan yang sah,” kata pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Ummah itu.
Ia menegaskan, aksi yang dilakukan merupakan inisiatif masyarakat, bukan atas dorongan kepentingan tertentu. Tujuannya, agar pemerintahan daerah dapat bekerja tanpa tekanan konflik berkepanjangan.
“Kami tidak disuruh siapa pun. Ini murni suara masyarakat yang ingin kerukunan dan pemerintahan fokus membenahi tata kelola daerah,” ujarnya.
Jamalludin juga menyatakan kesiapan untuk menggalang dukungan yang lebih besar bila masih ada pihak yang dinilai merongrong pemerintahan daerah. Ia mengusung ajakan menjaga stabilitas wilayah dengan slogan Jogo Probo.
“Jangan mudah mengatasnamakan rakyat. Mari jaga ruang publik tetap sehat, rukun, dan bermartabat,” katanya.
Nada serupa disampaikan Rudi, Koordinator Laskar Pemuda Kabupaten Probolinggo, yang turut hadir dalam aksi dukungan. Ia mengaku mulai gerah dengan dinamika yang dianggap mengganggu jalannya pemerintahan.
“Ini baru langkah awal. Jika masih ada upaya mengganggu stabilitas, kami siap turun lagi dengan massa yang lebih besar,” ujarnya.
Sementara itu, kepolisian memastikan seluruh rangkaian aksi berlangsung aman dan tertib. Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif memimpin langsung pengamanan dengan menerapkan pola pengamanan terbuka dan tertutup.
Untuk mencegah potensi benturan, polisi melakukan penyekatan serta pengaturan jarak antar kelompok massa. Aparat juga memastikan penyampaian pendapat berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Polri hadir untuk menjamin hak setiap warga dalam menyampaikan pendapat, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Latif. Ia menekankan seluruh personel bertugas secara humanis dan profesional, serta tidak terpancing provokasi.
Dalam audiensi bersama perwakilan Koalisi Masyarakat Independen di Ruang Argopuro 1 Kantor Bupati Probolinggo, AKBP Latif kembali mengingatkan bahwa stabilitas keamanan merupakan prasyarat utama pembangunan daerah dan peningkatan investasi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap dugaan tindak pidana, termasuk premanisme dan pungutan liar, secara resmi kepada kepolisian dengan melengkapi bukti dan saksi.
“Kami tidak akan mentolerir premanisme. Setiap laporan akan diproses sesuai hukum,” ujarnya.
Hingga seluruh rangkaian aksi berakhir, situasi di sekitar Kantor Bupati Probolinggo terpantau aman dan terkendali. Tidak ada insiden menonjol, dan seluruh massa membubarkan diri secara tertib. (saw)





















