Beji (WartaBromo.com) – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menemui puluhan pedagang Pasar Tradisional Gondanglegi di Desa Cangkring Malang, Kecamatan Beji, Selasa (6/1/2026) siang. Pertemuan yang berlangsung di area pasar itu membahas kejelasan status serta rencana pembangunan kembali pasar yang telah terbengkalai hampir satu dekade.
Dalam pertemuan tersebut, para pedagang yang tergabung dalam paguyuban menyampaikan sejumlah keluhan, terutama terkait tidak adanya pembangunan sejak 2016. Selain itu, mereka juga menyoroti status pasar yang disebut telah dicopot sehingga tidak lagi menyumbang retribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Paguyuban Pedagang Pasar Gondanglegi, Dudung, menyebut hingga kini belum ada perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap kondisi pasar. Padahal, para pedagang masih bertahan berjualan meski fasilitas pasar sudah jauh dari kata layak.
“Sudah 10 tahun pasar Gondanglegi ditinggalkan Pemda. Pedagang tetap ikhtiar berjualan meskipun kondisinya sangat tidak layak,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Nurul, salah satu pedagang ayam potong. Ia berharap pemerintah dapat mengembalikan fungsi pasar tradisional demi menopang perekonomian pedagang kecil.
“Kalau pasar kembali bersih dan layak untuk jual beli, kemungkinan besar pembeli kembali ramai dan pedagang bisa sejahtera,” katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyatakan akan melakukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, serta perwakilan pedagang untuk mengkaji kemungkinan pengembalian fungsi Pasar Tradisional Gondanglegi.
“Kita akan melakukan kajian mendalam terkait pengembalian eks Pasar Tradisional Gondanglegi yang sudah lama tidak dikelola oleh Pemda,” kata Rusdi.
Ia juga meminta para pedagang untuk tetap beraktivitas seperti biasa agar roda perekonomian masyarakat tetap berjalan sembari menunggu hasil kajian dan rencana pembangunan ke depan.
“Tetap berjualan seperti biasanya agar masyarakat tetap bisa berbelanja, sambil menunggu kajian dan kemungkinan dilakukan pembangunan,” pungkasnya. (fir/red)





















