PS Putra Jaya Pecat Pemain Usai Insiden Laga Kontra Perseta 1970

496

Bangkalan (WartaBromo.com) – Putra Jaya Sumurwaru harus mengawali langkah di babak 32 besar Liga 4 Zona Jawa Timur dengan hasil pahit. Tim asal Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan itu kalah telak 2-7 dari Perseta 1970 dalam laga yang digelar di Stadion Bangkalan, Madura, Senin (5/1/2026) siang.

Meski skor akhir terpaut jauh, Putra Jaya sejatinya sempat memberikan perlawanan cukup sengit di babak pertama. Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil terbuka dan saling menekan. Hingga 15 menit awal pertandingan, tempo laga berlangsung ketat tanpa gol, dengan Putra Jaya masih mampu mengimbangi permainan Perseta 1970 di lini tengah.

Namun, kelengahan di sektor pertahanan menjadi titik balik. Kesalahan koordinasi di lini belakang membuat Putra Jaya harus kebobolan gol pembuka. Perseta 1970 yang kian percaya diri terus menggempur, hingga akhirnya menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Memasuki babak kedua, dominasi Perseta 1970 semakin tak terbendung. Intensitas serangan tinggi membuat barisan pertahanan Putra Jaya kewalahan. Lima gol tambahan pun bersarang di gawang Putra Jaya.

Sementara itu, tim asal Pasuruan hanya mampu membalas dua gol hingga laga usai. Skor akhir 7-2 pun menjadi hasil akhir pertandingan.

Di balik kekalahan telak tersebut, pertandingan juga diwarnai insiden pelanggaran keras di lapangan. Berdasarkan surat keterangan resmi bernomor PSPJ/02/05-01-2026 yang dikeluarkan manajemen PS Putra Jaya Sumurwaru, insiden terjadi pada laga tersebut dan mengakibatkan cedera pada pemain Perseta 1970.

Menindaklanjuti kejadian itu, Ketua Harian PS Putra Jaya Sumurwaru, Gaung Andaka Ranggip, memutuskan untuk menjatuhkan sanksi internal berupa pemberhentian kerja kepada salah satu pemainnya, Muhammad Hilmi Gimnastiar. Keputusan tersebut diambil karena tindakan pemain dinilai tidak sesuai dengan asas fair play dan melanggar koridor aturan sepak bola, khususnya terkait tindakan kasar terhadap lawan.

Selain menjatuhkan sanksi, pihak PS Putra Jaya Sumurwaru juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pihak yang dirugikan, terutama kepada tim Perseta 1970, atas insiden yang terjadi dalam pertandingan tersebut.

Sementara itu, Pelatih Putra Jaya, Kasianto, mengakui kekalahan timnya tidak lepas dari berbagai faktor, mulai dari persiapan yang mepet hingga kondisi fisik pemain.

“Ini laga perdana, waktunya memang terlalu mepet. Sebenarnya kita bisa mengimbangi. Tapi kesalahan sendiri jadi masalah, terutama di lini belakang. Di depan juga masih perlu perbaikan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa faktor perjalanan dan cuaca turut memengaruhi performa anak asuhnya.

“Anak-anak kecapekan karena perjalanan, cuaca juga panas. Padahal secara kualitas, lini depan sebenarnya cukup kuat,” imbuh Kasianto.

Kekalahan telak disertai insiden tersebut menjadi evaluasi besar bagi Putra Jaya Sumurwaru. Selain memperbaiki aspek teknis dan fisik, tim juga dituntut untuk menjaga disiplin serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam laga-laga selanjutnya di babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur. (don/red)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.