PS Putra Jaya Siap Tanding Lagi Hari Ini, Pelatih: Pemain Saya Menangis Terus Kemarin

84

Pasuruan (WartaBromo.com) – PS Putra Jaya Sumurwaru kembali turun ke lapangan hari ini dengan tekad bangkit. Tim asal Kabupaten Pasuruan itu dijadwalkan menghadapi Baruna Nusantara pada laga kedua Babak 32 Besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025–2026 di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Rabu (7/1/2026), pukul 13.00 WIB.

Laga ini menjadi penentuan bagi Putra Jaya untuk menjaga asa lolos ke fase berikutnya, sekaligus menghapus catatan pahit kekalahan telak 2-7 dari Perseta 1970 Tulungagung di pertandingan pembuka. Kekalahan tersebut tak hanya memukul mental tim, tetapi juga diwarnai insiden pelanggaran keras yang berujung sanksi berat dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur.

Meski harus kehilangan satu pemain akibat sanksi, pelatih PS Putra Jaya, Kasianto, menegaskan timnya tetap siap dan percaya diri menatap laga kedua.

“Kami sudah meredam semua yang terjadi. Pemain sempat terpancing provokasi sejak menit awal. Orang di luar mungkin tidak tahu kondisi di lapangan seperti apa. Tapi sekarang semuanya sudah disiapkan,” ujar Kasianto.

Ia mengungkapkan, manajemen dan tim pelatih telah melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun mental pemain. Kasianto pun menegaskan bahwa timnya tak ingin larut dalam masa lalu.

“Kami selalu optimistis. Lebih baik hari ini daripada kemarin. Kami yakin bisa meraih tiga poin,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, insiden pelanggaran keras yang dilakukan pemain PS Putra Jaya Sumurwaru, Muhammad Hilmi Gimnastiar (NPG 23), terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha Ardhiansyah (NPG 15), berujung sanksi maksimal dari Komdis PSSI Jawa Timur.

Berdasarkan Putusan Komdis PSSI Jawa Timur Nomor: 001/KOMDIS/PSSI-JTM/I/2026 tertanggal 6 Januari 2026, Hilmi dinyatakan terbukti melakukan tindakan kekerasan (violent conduct) dengan menendang pemain lawan hingga menyebabkan luka parah di bagian dada. Insiden tersebut terjadi di Stadion Gelora Bangkalan pada Senin (5/1/2026).

“Pemain saya juga sempat terpukul, menangis terus dilorong kemarin,” jelasnya.

Komdis menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat sesuai Pasal 48 jo. Pasal 49 Kode Disiplin PSSI, dengan potensi dampak cedera serius hingga cacat permanen. Atas dasar itu, Komdis menjatuhkan sanksi berupa denda Rp2.500.000 serta larangan beraktivitas dalam kegiatan sepak bola seumur hidup kepada yang bersangkutan. Meski demikian, hak banding masih terbuka sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, manajemen PS Putra Jaya Sumurwaru juga telah mengambil langkah tegas. Ketua Harian PS Putra Jaya, Gaung Andaka Ranggip, menjatuhkan sanksi internal berupa pemberhentian pemain, sekaligus menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada Perseta 1970 dan seluruh pihak terkait.

Kini, Putra Jaya berusaha menutup lembaran kelam tersebut dengan fokus penuh pada laga kontra Baruna Nusantara. Kemenangan menjadi harga mati demi menjaga peluang sekaligus membuktikan bahwa Putra Jaya mampu bangkit di tengah tekanan. “Kalau pelatih hari ini target 3 poin,” tuturnya. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.