Pagar Proyek Dibuka, Alun-alun Kota Probolinggo Siap Diresmikan

49
Jelang peresmian, pagar proyek Alun-alun Kota Probolinggo dibongkar.

Probolinggo (WartaBromo.com) – Pemerintah Kota Probolinggo mulai membuka pagar pembatas proyek revitalisasi Alun-alun Kota Probolinggo pada Kamis (8/1/2026). Pembongkaran pagar dilakukan setelah seluruh pekerjaan fisik kawasan tersebut dinyatakan selesai.

Pembukaan akses itu menjadi bagian dari persiapan akhir menjelang peresmian alun-alun yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu lusa.

Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum Kota Probolinggo melakukan sterilisasi dan pembersihan area pada Rabu kemarin.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, mengatakan keputusan pembongkaran pagar tersebut diambil karena proyek revitalisasi telah rampung sepenuhnya.

“Secara teknis pekerjaan sudah selesai. Tidak ada lagi aktivitas konstruksi di dalam kawasan,” kata Angga saat ditemui di lokasi.

Revitalisasi Alun-alun Kota Probolinggo merupakan bagian dari program penataan ruang kota yang dimulai sejak 2025. Penataan tidak hanya dilakukan di kawasan alun-alun, tetapi juga mencakup sejumlah titik strategis lain di pusat kota.

Pemerintah kota juga melakukan penataan pada koridor Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Sudirman. Dua ruas jalan tersebut menjadi bagian dari kawasan pemerintahan dan pusat aktivitas masyarakat. Selain itu, revitalisasi menyasar area publik di sekitar pintu utara Pasar Baru dan kawasan GOR Ahmad Yani.

Seluruh titik yang direvitalisasi kini telah memasuki tahap pasca-konstruksi dan menunggu peresmian resmi untuk difungsikan sepenuhnya.

Meski pagar proyek mulai dibuka, pemerintah membatasi akses masyarakat hingga hari peresmian. Pembatasan dilakukan untuk menjaga kesiapan lokasi dan mengantisipasi gangguan selama masa persiapan acara.

Untuk pengamanan, aparat gabungan dari kepolisian, Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Satpol PP disiagakan di sekitar kawasan. Pengamanan dilakukan guna menjaga fasilitas yang baru selesai dibangun.

“Pengamanan bersifat pencegahan agar aset daerah tetap aman sebelum digunakan secara penuh,” ujar Angga.

Seiring rampungnya pembangunan fisik, pemerintah kota mulai menyiapkan pengelolaan kawasan. Salah satu fokus pembahasan adalah penataan pujasera di sisi timur alun-alun agar selaras dengan desain kawasan yang baru.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pengaturan parkir untuk mendukung ketertiban kawasan. Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Probolinggo, Muhammad Dahroji, mengatakan skema zonasi parkir telah ditetapkan.

Dalam pengaturan tersebut, kendaraan roda dua diarahkan parkir di sisi timur kawasan dan di sisi barat, tepatnya di utara Masjid Agung. Sementara kendaraan roda empat disediakan kantong parkir di sisi utara dan selatan alun-alun.

Pengaturan parkir ini mengacu pada Peraturan Wali Kota Probolinggo Nomor 44 Tahun 2025 tentang penataan lokasi usaha dan kawasan pedagang kaki lima. Pemerintah menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi parkir liar di kawasan pusat kota. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.