Pasuruan (WartaBromo.com) – Petugas pemadam kebakaran (Damkar) selama ini identik dengan upaya memadamkan api. Padahal, tugas Damkar di lapangan jauh lebih luas dan mencakup berbagai situasi darurat non-kebakaran.
Hal tersebut terlihat dalam penanganan dampak banjir di jalur Pantura, tepatnya di Kampung Bok Wedi, Balndongan, Kota Pasuruan, Kamis (9/1/2026). Lumpur tebal yang menutupi badan jalan menyebabkan kondisi licin.
Terlebih, tebalnya lumpur mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa setelah pengendara terpeleset di atas lumpur banjir. Peristiwa ini memicu respons cepat dari berbagai pihak, termasuk Damkar.
Lantas, apa saja sebenarnya tugas Damkar? Berikut dilansir dari damkarkotapasuruan.com:
1. Pencegahan Kebakaran
Salah satu tugas Damkar yang penting adalah melakukan pencegahan kebakaran melalui edukasi kepada masyarakat. Petugas memberikan sosialisasi tentang potensi bahaya kebakaran, penggunaan listrik yang aman, serta langkah awal menghadapi api kecil di rumah.
2. Pemadaman Kebakaran
Pemadaman api tetap menjadi peran utama Damkar dalam setiap kejadian kebakaran di bangunan, kendaraan, lahan, maupun kawasan industri. Petugas menggunakan teknik dan peralatan khusus untuk memastikan api dapat dipadamkan dengan cepat dan aman.
3. Penyelamatan dan Evakuasi Non-Kebakaran
Selain kebakaran, tugas Damkar juga mencakup penyelamatan korban kecelakaan, evakuasi warga terdampak banjir, hingga penanganan hewan liar. Dalam kasus di jalur Pantura Bok Wedi Pasuruan, petugas melakukan pembersihan lumpur untuk mencegah kecelakaan lanjutan.
Tindakan ini termasuk dalam upaya mitigasi risiko yang bertujuan melindungi keselamatan pengguna jalan.
4. Penanganan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
Damkar juga bertugas menangani insiden yang melibatkan bahan kimia, gas beracun, atau zat berbahaya lainnya. Petugas memiliki prosedur khusus untuk mengamankan lokasi, mencegah paparan zat berbahaya, dan mengevakuasi warga sekitar.
5. Penyelidikan Penyebab Kebakaran
Setelah proses pemadaman, Damkar melakukan penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab kebakaran. Hasil penyelidikan menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari.
Dalam setiap kejadian darurat, Damkar bekerja sama dengan kepolisian, BPBD, dinas kesehatan, dan relawan. Koordinasi ini penting agar penanganan korban, pengamanan lokasi, serta pembersihan material sisa bencana dapat dilakukan secara cepat. (jun)





















