Probolinggo (WartaBromo.com) – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo tengah memetakan rute perjalanan wisata di kawasan Bermi yang mencakup Kecamatan Krucil, Tiris, dan Gading.
Langkah ini dilakukan untuk menyatukan potensi destinasi desa dalam satu konsep pengembangan pariwisata berbasis kawasan, pasca Festival Seven Lakes digelar beberapa waktu lalu.
Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi melalui Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Umi Subiyantiningsih mengatakan pemetaan rute wisata atau travel pattern diperlukan agar pengembangan destinasi tidak berjalan terpisah.
“Tanpa pola perjalanan yang jelas, pengembangan wisata berisiko parsial. Travel pattern ini menjadi kerangka agar destinasi antar desa bisa saling terhubung,” kata Umi, Jumat (9/1/2026).
Menurut Umi, penyusunan travel pattern tidak hanya memetakan lokasi wisata, tetapi juga memperhitungkan alur kunjungan, jarak tempuh, serta kesiapan masing-masing destinasi. Dengan pendekatan tersebut, kawasan Bermi diharapkan memiliki paket perjalanan yang realistis dan mudah dipasarkan.
Proses penyusunan dilakukan melalui sejumlah tahapan. Tahap awal dimulai dengan rapat koordinasi bersama kepala desa wisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pada 24 November 2025 di Kantor Bupati Probolinggo. Dalam rapat tersebut, desa diminta menyampaikan daftar destinasi unggulan yang siap dikembangkan.
Tahap berikutnya dilanjutkan melalui rapat daring pada 30 Desember 2025. Agenda ini membahas hasil pemetaan awal, mengevaluasi kesiapan destinasi, serta menyempurnakan rancangan travel pattern yang disusun oleh Disporapar.
Sebagai bagian dari penguatan jejaring, Disporapar menggelar Travel Dialog pada 6 Januari 2026 di Bermi Eco Park, Kecamatan Krucil. Kegiatan ini mempertemukan pengelola destinasi dengan pelaku industri perjalanan dan pemandu wisata.
Forum tersebut dihadiri oleh perwakilan travel agent Jawa Timur, DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Probolinggo, DPC Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (AITTA) Probolinggo, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.
Umi mengatakan travel pattern kawasan Bermi diharapkan menjadi acuan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Pemerintah daerah menargetkan konsep tersebut dapat diterapkan dalam bentuk paket wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Pengembangan pariwisata harus memberi dampak langsung bagi warga. Itu yang menjadi tujuan utama penyusunan travel pattern kawasan Bermi,” ujarnya. (saw)





















