Tersingkir dari Liga 4 Jatim, Dua Klub Pasuruan Malah Viral Karena Ulah Pemainnya

48

Pasuruan (WartaBromo.com) – Dua dari tiga klub asal Pasuruan harus mengakhiri langkah lebih awal di ajang Liga 4 Jawa Timur 2025/2026. Persekap Pasuruan dan Putra Jaya Pasuruan gagal menembus babak 16 besar. Namun menariknya, meski tersingkir, keduanya justru menjadi sorotan luas berbagai media lokal, nasional, bahkan internasional, serta ramai diperbincangkan di media sosial bukan karena prestasi, melainkan karena insiden yang melibatkan aksi emosional dan brutal pemainnya.

Sementara itu, satu-satunya wakil Pasuruan yang masih bertahan hanyalah Pasuruan United yang berhasil melaju ke babak 16 besar.

Sorotan pertama tertuju pada laga Persekap Pasuruan kontra Persid Jember dalam babak 32 besar Grup DD yang digelar di Stadion Jember Sport Garden (JSG), Rabu (7/1/2026). Pertandingan yang berakhir imbang 0-0 tersebut berubah panas pada menit ke-72 saat kapten Persekap, Amir Machmud, diganjar kartu kuning kedua oleh wasit Syamsul Huda yang otomatis berujung kartu merah.

Keputusan itu memicu reaksi keras dari Amir. Ia dilaporkan tidak terima, mengamuk di lapangan, menolak keluar, dan meluapkan emosinya secara berlebihan kepada perangkat pertandingan. Aksi tersebut terekam kamera dan menyebar luas di media sosial. Banyak warganet menilai sikap sang kapten jauh dari nilai sportivitas dan tidak pantas ditunjukkan oleh seorang kapten tim, apalagi di level kompetisi regional.

Meski Persekap harus bermain dengan 10 orang, Persid Jember juga gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan laga berakhir tanpa gol. Namun perhatian publik justru lebih tertuju pada sikap kapten Persekap dibanding hasil pertandingan itu sendiri.

Insiden yang jauh lebih serius datang dari kubu Putra Jaya Pasuruan. Nama Muhammad Hilmi Gimnastiar mendadak viral setelah video aksinya beredar luas di berbagai platform media sosial pada awal Januari 2026. Dalam laga melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026), Hilmi melakukan tendangan keras bergaya “kungfu” ke arah dada pemain lawan, Firman Nugraha.

Benturan itu membuat Firman kolaps di lapangan. Ia dilaporkan mengalami cedera serius berupa retak tulang rusuk dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Aksi tersebut menuai kecaman luas karena dinilai sangat berbahaya dan mengancam keselamatan pemain.

Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur pun bertindak tegas. Hilmi dijatuhi hukuman larangan beraktivitas dalam dunia sepak bola seumur hidup serta denda sebesar Rp2,5 juta. Tak hanya itu, manajemen Putra Jaya Pasuruan juga langsung memecat Hilmi melalui surat resmi sebagai bentuk sikap tegas klub terhadap perilaku yang mencederai sportivitas.

Keputusan Komdis PSSI Jatim ini disebut sebagai langkah penting untuk memberikan efek jera sekaligus menjaga marwah dan keamanan kompetisi sepak bola di Jawa Timur.

Dengan hasil ini, dari tiga klub asal Pasuruan yang berlaga di Liga 4 Jawa Timur 2025/2026, hanya Pasuruan United yang berhasil melangkah ke babak 16 besar. Sementara Persekap dan Putra Jaya harus angkat koper lebih awal, meninggalkan catatan pahit yang justru mengundang sorotan publik luas. (red)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.