Hujan Berjam-jam Picu Banjir di Probolinggo, Enam Desa Terdampak Luapan Sungai

23

Probolinggo (WartaBromo.com) – Curah hujan yang mengguyur Kabupaten Probolinggo sejak Minggu (11/1/2026) siang hingga petang menyebabkan debit sejumlah sungai meningkat dan memicu banjir di enam desa yang tersebar di empat kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan dampak kerusakan akibat peristiwa tersebut.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Probolinggo, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi mulai pukul 12.10 WIB hingga sekitar 19.26 WIB. Kondisi itu membuat aliran sungai dan limpasan air dari area persawahan meluap ke permukiman warga.

Wilayah yang terdampak banjir meliputi Dusun Krajan, Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending; Dusun Krajan, Desa Satreyan dan Desa Maron Kulon, Kecamatan Maron; Dusun Bibis, Desa Lemahkembar, Kecamatan Sumberasih; Jalan Raya Leces, Desa Jorongan; serta Dusun Plerenan, Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Zubaidillah, mengatakan data kerusakan rumah warga masih bersifat sementara karena proses asesmen masih berlangsung di lapangan.

“Pendataan rumah terdampak belum final. Tim kami masih menyisir lokasi-lokasi banjir untuk memastikan dampak dan kebutuhan warga,” ujar Zubaidillah, Senin (12/1/2026).

Ia menjelaskan, tim asesmen BPBD saat ini masih bergerak di sejumlah kecamatan, antara lain Sumberasih, Gending, Maron, dan Leces, untuk melengkapi data dampak banjir.

Di Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, banjir terjadi akibat luapan sungai yang diperparah aliran air dari area persawahan. Selain itu, tanggul sungai dilaporkan jebol sepanjang kurang lebih 10 meter, sehingga air dengan ketinggian sekitar 75 sentimeter masuk ke permukiman warga.

Di Dusun Krajan RT 01 RW 01 desa tersebut, sedikitnya delapan warga terdampak. Air menggenangi bagian rumah hingga dapur milik Patma, Sahidi Pradita, Prayit, Dwi Astutik, Mahmud, Supriyadi, Hamidatun Nadiyah, dan Budiyanto.

Sementara di Desa Satreyan, Kecamatan Maron, luapan air dari sungai dan sawah merendam kawasan permukiman dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter. Sebanyak 104 rumah di Dusun Krajan RT 01 RW 01 dilaporkan terdampak dan masih dalam tahap pendataan.

Banjir juga merendam Desa Maron Kulon, Kecamatan Maron. Di Dusun Krajan RT 02 RW 01, ketinggian air mencapai 40 hingga 45 sentimeter. Satu rumah milik warga bernama Arisun dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian dapur yang ambrol akibat terjangan air.

Di Kecamatan Sumberasih, banjir terjadi di Dusun Bibis, Desa Lemahkembar, dengan ketinggian genangan sekitar 30 sentimeter. Air berasal dari limpasan sungai dan area persawahan di sekitar permukiman.

Adapun di Kecamatan Leces, genangan setinggi sekitar 20 sentimeter menggenangi Jalan Raya Leces, Desa Jorongan. Kondisi ini dipicu naiknya debit sungai serta tersumbatnya saluran drainase oleh sampah. Genangan serupa juga terjadi di Dusun Plerenan, Desa Sumberkedawung, akibat luapan air selokan yang tidak mampu menampung debit air hujan.

“Kami terus berkoordinasi dengan relawan dan instansi terkait. Bantuan darurat seperti sandbag juga sudah disalurkan untuk penanganan sementara,” kata Zubaidillah.

BPBD memastikan hingga Senin pagi, kondisi air di seluruh wilayah terdampak telah berangsur surut. Meski demikian, warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan susulan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.