Probolinggo (WartaBromo.com) — Ancaman kejahatan siber dan penipuan digital menjadi tantangan serius di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Kesadaran menjaga keamanan data pribadi dinilai menjadi kunci agar masyarakat tidak menjadi korban kejahatan di ruang digital.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo, Hudan Syarifudin.
Saat menjadi pembicara dalam kuliah pakar bertajuk Cyber Security: Aman di Internet dari Hacker dan Penipuan Digital di Universitas Hafshawaty Zainul Hasan (Unhasa) Genggong, Kecamatan Pajarakan, Minggu (11/1/2026).
Hudan menegaskan, kemudahan yang ditawarkan teknologi digital harus diimbangi dengan pemahaman risiko dan upaya perlindungan data pribadi.
Menurut dia, masih banyak pengguna internet yang belum menyadari pentingnya keamanan digital dalam aktivitas sehari-hari.
“Digitalisasi memudahkan banyak hal, tetapi ada tanggung jawab untuk menjaga data pribadi agar tidak diakses pihak yang tidak berwenang,” ujar Hudan.
Ia mengibaratkan perangkat digital seperti ponsel dan laptop sebagai pintu masuk ke dunia maya. Tanpa sistem keamanan yang memadai, perangkat tersebut rentan disusupi pihak-pihak yang berniat jahat.
“Kalau dianalogikan rumah, perangkat digital adalah pintunya. Maka perlu pengamanan yang kuat agar tidak mudah dibobol,” katanya.
Dalam sesi pemaparan, Hudan menjelaskan dasar-dasar keamanan siber, mulai dari pentingnya pengelolaan kata sandi hingga kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital.
Materi dilanjutkan oleh Fatimatus Zahra, narasumber dari Politeknik Negeri Jember yang mengulas ancaman siber serta pola kejahatan digital yang kerap menjerat masyarakat.
Kuliah pakar berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini diikuti oleh 101 peserta yang terdiri dari mahasiswa Unhasa serta pelajar SMA dari wilayah Kecamatan Pajarakan.
Kegiatan tersebut menjadi agenda perdana setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Genggong.
Rektor Unhasa Genggong, Nur Hamim, menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan menilai kegiatan tersebut sebagai langkah awal penguatan literasi digital di lingkungan kampus.
Ia menyebut seminar ini merupakan kuliah pakar pertama yang diselenggarakan Program Studi Informatika Unhasa sejak berdiri pada 2025.
“Mahasiswa dan pelajar harus mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sekaligus memahami tantangan yang menyertainya, termasuk ancaman keamanan siber dan penipuan digital,” kata Nur Hamim. (saw)





















