Dinas Perikanan Ungkap Penyebab Fenomena “Sapon” di Danau Ranu Grati

16

Grati (WartaBromo.com) – Fenomena kematian massal ikan atau yang dikenal warga dengan sebutan “sapon” kembali terjadi di Danau Ranu, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Dinas Perikanan setempat mengungkap, sapon merupakan fenomena alam yang dipicu oleh proses upwelling atau pengadukan arus di dalam danau.

Upwelling menyebabkan lapisan air di dasar danau yang mengandung bahan organik terangkat ke permukaan. Kondisi ini membuat kadar oksigen terlarut menurun drastis, sehingga ikan mengalami keracunan dan akhirnya mati mendadak.

“Secara ilmiah, sapon itu adalah upwelling. Terjadi pengadukan arus di dalam danau, sehingga bahan organik dari dasar naik ke atas. Akibatnya oksigen berkurang dan ikan tidak bisa bertahan,” jelas Wahid Setyantoro, Kabid Perikanan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan DKP3 Kabupaten Pasuruan, Rabu (14/1/2026).

Menurut Dinas Perikanan, fenomena ini sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca, khususnya angin barat yang belakangan kerap bertiup kencang. Angin tersebut memicu pergerakan massa air di danau, sehingga sapon bisa terjadi kapan saja dan semakin sulit diprediksi.

“Kalau dulu sering muncul di waktu-waktu tertentu, sekarang sudah tidak bisa dipastikan. Selama angin barat masih aktif, sapon bisa datang tiba-tiba,” imbuhnya.

Kondisi ini sejalan dengan yang dialami para petani ikan keramba di Danau Ranu. Mereka mengaku kematian ikan sering terjadi menjelang matahari terbit, sore, hingga pagi hari, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

Dinas Perikanan mengimbau para petani untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem. Meski sulit dicegah sepenuhnya, pemantauan kondisi air dan pengurangan kepadatan ikan di keramba disebut bisa meminimalkan risiko kerugian. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.