Sumberasih (WartaBromo.com) – Cuaca buruk yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir membuat warga Pulau Gili, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, diliputi kekhawatiran.
Kondisi ini dipicu oleh rusaknya tangkis di sisi barat pulau yang sudah terjadi sejak tahun lalu, namun hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pemerintah pusat.
Kepala Desa Gili Ketapang, Badrul Munir, mengatakan keresahan warga semakin meningkat seiring menguatnya angin dan gelombang laut.
Meski demikian, ia bersyukur terjangan ombak dan angin kencang pada Rabu (14/1/26) kemarin tidak terjadi bersamaan dengan pasang air laut.
“Gelombang dan angin cukup kuat, untungnya tidak bertepatan dengan air pasang,” ujarnya.
Dalam video yang beredar, terlihat ombak tinggi disertai hembusan angin kencang menghantam kawasan pesisir pulau.
Sebagai langkah antisipasi, pada Kamis pagi (15/1/2026), warga setempat bergotong royong melakukan perbaikan darurat di lokasi tangkis yang rusak.
“Kurang lebih ada 400 sampai 500 meter tangkis yang mengalami kerusakan cukup berat. Kami bersama warga melakukan pembenahan sementara,” lanjut Badrul.
Perbaikan dilakukan secara swadaya dengan memasang bambu serta karung berisi pasir sebagai penahan ombak di titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah, dibantu dukungan dana dari pemerintah desa.
Berdasarkan catatan redaksi, kondisi tangkis barat Pulau Gili Ketapang sebenarnya sudah masuk dalam daftar prioritas perbaikan BPBD Provinsi Jawa Timur dan bahkan BNPB.
Pada tahun lalu, saat kerusakan serupa terjadi, pemerintah pusat sempat mengirimkan tim khusus untuk melakukan pengukuran dan pendataan kerusakan.
Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut berupa pembangunan atau perbaikan permanen. Akibatnya, warga kembali dilanda kecemasan, terutama saat musim angin barat dan cuaca ekstrem seperti sekarang.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB terkait penanganan sementara.
“Kami akan mengirimkan sandbag dan jumbo bag. Selain itu, kami juga sudah mengajukan rehabilitasi dan rekonstruksi ke BNPB untuk tangkis di Gili Ketapang,” tulisnya melalui pesan WhatsApp, Kamis pagi.
Sebanyak sekitar 500 sandbag dan jumbo bag disiapkan BPBD Kabupaten Probolinggo guna membantu perkuatan sementara tangkis yang rusak.
Warga berharap pemerintah segera memberikan perhatian lebih serius agar tangkis barat pulau yang menjadi pelindung utama permukiman dapat diperbaiki secara permanen.
Terlebih, kondisi cuaca dinilai semakin ekstrem dan sulit diprediksi, baik dari segi waktu kejadian maupun kekuatannya.
Fenomena perubahan iklim pun dianggap sebagai ancaman nyata yang membutuhkan penanganan segera. (lai/saw)





















