Pasuruan (WartaBromo.com) – Layanan darurat Call Center 112 Kabupaten Pasuruan merilis laporan kinerja sepanjang tahun 2025. Data yang diunggah melalui akun resmi @callcenter112kabpasuruan ini menyajikan potret yang mengejutkan sekaligus memprihatinkan tentang kesadaran masyarakat dalam menggunakan layanan kegawatdaruratan.
Di tengah kesiapsiagaan petugas yang siaga 24 jam, jumlah panggilan tidak bertanggung jawab justru mendominasi.
Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 5.416 panggilan ghost (tanpa suara/penelpon menghilang) dan 2.681 panggilan prank atau iseng masuk ke sistem Call Center 112.
Jumlah tersebut sangat kontras dengan total kejadian nyata yang hanya mencapai 528 laporan. Artinya, lebih dari 90 persen panggilan yang masuk bukan merupakan laporan darurat yang sesungguhnya. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi petugas, karena panggilan palsu berpotensi menghambat masuknya laporan darurat yang benar-benar menyangkut keselamatan jiwa.
Meski demikian, Call Center 112 tetap menunjukkan peran vitalnya dalam penanganan berbagai kejadian darurat di Kabupaten Pasuruan. Dari ratusan laporan nyata yang ditangani, beberapa jenis kejadian tercatat sebagai yang paling dominan sepanjang 2025.
Kasus terbanyak adalah evakuasi hewan liar dengan total 84 kejadian, yang melibatkan koordinasi Damkar dan Relawan Kebakaran (Redkar). Fenomena ini menunjukkan masih tingginya interaksi masyarakat dengan satwa liar di lingkungan permukiman.
Di posisi kedua terdapat kecelakaan lalu lintas sebanyak 72 kejadian, yang membutuhkan peran cepat dari RSUD Bangil, RSUD Grati, dan PMI. Selanjutnya, gangguan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) mencapai 71 kejadian, ditangani melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan.
Kategori emergency atau darurat umum tercatat sebanyak 64 kejadian, mencakup berbagai kondisi mendesak seperti evakuasi pasien, kondisi medis kritis, hingga situasi yang memerlukan respons cepat lintas instansi. Sementara itu, kebakaran masih menjadi ancaman serius dengan 56 kejadian sepanjang tahun.
Jika dilihat secara bulanan, Desember 2025 menjadi periode tersibuk dengan 62 kejadian nyata. Selain itu, tren kebakaran terlihat meningkat signifikan pada bulan September (15 kejadian) dan Oktober (13 kejadian). Kenaikan ini diduga berkaitan dengan kondisi cuaca kering atau musim kemarau yang meningkatkan potensi kebakaran.
Selain lima besar kasus dominan, Call Center 112 juga menangani berbagai laporan lain seperti pohon tumbang yang melibatkan BPBD, gangguan listrik bersama PLN, hingga penanganan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) dan penjemputan pasien darurat.
Laporan ini menjadi cermin bahwa keberadaan Call Center 112 bukan sekadar nomor telepon, melainkan garda terdepan pelayanan keselamatan masyarakat. Namun, tingginya angka prank dan ghost call menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian warga dalam menggunakan layanan darurat secara bertanggung jawab.
Call Center 112 sejatinya disiapkan untuk kondisi kritis yang menyangkut nyawa, keselamatan, dan keamanan publik. Setiap panggilan palsu bukan hanya membuang waktu petugas, tetapi juga berpotensi menghilangkan kesempatan orang lain yang sedang benar-benar membutuhkan pertolongan cepat. (red)





















