Prigen (WartaBromo.com) – Kasus pencurian tiga ekor sapi limosin milik Nastain, warga Desa Watuagung, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, yang terjadi pada Selasa (30/12/2025) lalu, hingga kini masih belum terungkap. Minimnya petunjuk di lokasi kejadian menjadi kendala utama pihak kepolisian dalam mengidentifikasi para pelaku.
Kapolsek Prigen, AKP Mulyono, mengatakan bahwa dari hasil penyelidikan sementara, petugas belum menemukan bukti kuat yang dapat mengarah langsung kepada pelaku. Meski demikian, upaya pengungkapan kasus pencurian hewan ternak (curwan) tersebut terus dilakukan secara intensif.
“Kasus ini memang minim petunjuk di lapangan. Namun, keterangan dari sejumlah saksi sebelum kejadian tetap kami jadikan bahan untuk pengembangan penyelidikan,” ujar AKP Mulyono, Jumat (16/1/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya juga melakukan pemetaan terhadap pola tindak kejahatan pencurian hewan ternak yang kerap terjadi di wilayah Prigen dan sekitarnya. Langkah ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku serta mengidentifikasi kemungkinan jaringan curwan yang beroperasi di kawasan tersebut.
Selain mengumpulkan keterangan warga sekitar, polisi juga mengantongi rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sepanjang jalur Taman Safari–Sukorejo. Rekaman tersebut diduga merekam pergerakan pelaku saat membawa tiga ekor sapi hasil curian.
“Dari rekaman CCTV terlihat sebuah mobil pickup melintas membawa sapi di jalan desa setempat. Kendaraan tersebut masih kami buru keberadaannya,” terangnya.
Sebelumnya, dalam rekaman kamera pengawas yang beredar, terlihat komplotan pelaku mengangkut sapi curian menggunakan sebuah mobil pickup berwarna hitam. Namun hingga kini, identitas pelaku maupun kendaraan yang digunakan masih dalam penelusuran. (fir/red)





















