Damkar Kota Pasuruan Kena Prank Call Center 112, Laporan Kebakaran Ternyata Palsu

7

Pasuruan (WartaBromo.com) – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pasuruan kembali menjadi korban laporan palsu. Kali ini, prank dilakukan melalui layanan darurat Call Center 112 dengan laporan adanya kebakaran rumah di kawasan lampu merah Purut, Selasa (20/1/2026).

Dalam laporan tersebut, seorang pelapor bernama Bagas menghubungi call center dan menyampaikan permohonan agar kejadian kebakaran segera ditindaklanjuti. Nomor telepon yang digunakan juga terdaftar atas nama yang sama.

“Mohon izin melaporkan, terjadi kebakaran rumah di lampu merah Purut, mohon segera ditindaklanjuti,” demikian isi laporan yang diterima petugas Call Center 112.

Menindaklanjuti laporan tersebut, operator 112 langsung meneruskan informasi ke Damkar Kota Pasuruan. Tanpa menunda waktu, satu regu pemadam segera meluncur ke lokasi yang dimaksud.

Namun setibanya di lokasi, petugas tidak menemukan tanda-tanda kebakaran. Tidak ada rumah terbakar, tidak ada asap, maupun warga yang melaporkan kejadian serupa. Tim damkar sempat menyisir area sekitar untuk memastikan kebenaran laporan, namun hasilnya nihil.

Lebih parahnya lagi, saat petugas mencoba menghubungi kembali nomor pelapor, sambungan sudah tidak aktif dan tidak bisa dihubungi. Setelah dipastikan laporan tersebut palsu, tim damkar akhirnya kembali ke Mako.

Kasi Kedaruratan BPBD Kota Pasuruan, Anang Sururin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut laporan palsu seperti ini bukan kali pertama dialami pihaknya.

“Benar, tim damkar menerima laporan kebakaran dan langsung ke lokasi. Tapi setelah dicek, tidak ada kejadian kebakaran sama sekali,” ujar Anang.

Menurutnya, prank melalui laporan darurat sudah beberapa kali terjadi. Meski demikian, pihak damkar tetap wajib menindaklanjuti setiap laporan yang masuk demi keselamatan masyarakat.

“Walaupun sering diprank, kami tetap datang ke lokasi. Karena kami tidak tahu apakah laporan itu benar atau tidak. Keselamatan warga tetap jadi prioritas,” tegasnya.

Anang pun berharap masyarakat lebih bijak dalam menggunakan layanan darurat. Ia mengingatkan bahwa laporan palsu sangat merugikan dan berpotensi menghambat penanganan kejadian darurat yang sesungguhnya.

“Kami berharap masyarakat tidak main-main dengan laporan darurat. Jika sedang ada kejadian sungguhan di tempat lain, laporan palsu seperti ini bisa sangat berbahaya,” tuturnya. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.