Pasuruan (WartaBromo.com) – Kini menjelajah spot kulineran di Kota Pasuruan makin seru. Bukan cuma soal rasa, tapi juga soal perjalanannya.
Seperti yang dilakukan oleh tim WartaBromo (Warmin). Nah, di suatu kesempatan, Warmin mencoba untuk berkeliling Kota Pasuruan sambil naik becak listrik, sebelum akhirnya mampir ke kuliner legendaris di jantung kota.
Warmin memulai perjalanan dengan menumpang becak listrik yang dikemudikan Karnani (71). Usianya tak lagi muda tapi semangatnya masih jos, Bolo. Karmali sendiri sudah menarik becak selama 12 tahun dan kini terbantu dengan hadirnya becak listrik.
“Sudah mbecak selama 12 tahun,” terangnya, Jumat (16/1/2026).
Becak listrik ini membuat perjalanan terasa lebih santai. Nggak capek, nggak berisik, dan cocok buat Bolo Warmo yang pengin menikmati suasana kota sambil cari makan enak.
Tujuan Warmin kali ini jelas, Mie Ayam Pak Teguh di Pasar Besar Kota Pasuruan. Soal rasa, tak perlu diragukan. Mi ayam ini terkenal kenyal, gurih, dan punya cita rasa yang konsisten sejak dulu.
Bukan warung baru kemarin sore, karena Mie Ayam Pak Teguh sudah eksis sejak era 1990-an. Kurang lebih sudah 35 tahun menemani lidah warga Pasuruan.
Nah, yang bikin tambah kaget harganya masih ramah di kantong. Seporsi mie ayam legendaris ini dibanderol sekitar Rp8.000 saja.
“Ya sudah 35 tahunan lah, dibilang murah ya murah, dibilang mahal ya cuma Rp8.000,” ujar Teguh, pemilik warung.
Maka dari itu, perpaduan becak listrik dan kuliner legendaris ini jadi bukti kalau Kota Pasuruan punya cara sendiri memanjakan warganya. Transportasi ramah usia, ramah lingkungan, ditambah makanan enak yang tak bikin dompet menjerit.
Jadi, kalau kulineran sambil naik becak listrik di Kota Pasuruan sudah seenak ini, kira-kira besok Warmin mau ke mana lagi, ya?. (jun)





















