Probolinggo (WartaBromo.com) – Iklim investasi Kota Probolinggo mulai menunjukkan daya tarik bagi investor nasional. PT Multi Visi Indonesia Jakarta menjajaki peluang penanaman modal di kota tersebut dengan potensi nilai investasi jangka panjang yang diperkirakan mencapai Rp 16 triliun.
Minat investasi itu mengemuka dalam audiensi antara jajaran manajemen PT Multi Visi Indonesia dan Pemerintah Kota Probolinggo yang digelar di Ruang Command Center, Senin (19/1/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal pembahasan kerja sama investasi di sektor industri, perdagangan, serta ekspor-impor.
Wali Kota Probolinggo Aminuddin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membuka ruang investasi seluas-luasnya dengan tetap memperhatikan keberlanjutan dan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Investasi diarahkan untuk memperkuat peran Kota Probolinggo sebagai kota penyangga pelabuhan, kota transit, dan pendukung sektor pariwisata sesuai visi pembangunan 2025–2029,” kata Aminuddin.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Probolinggo Diah Sajekti Widowati mengatakan, posisi strategis Kota Probolinggo yang masuk dalam kawasan Program Strategis Nasional (PSN) menjadi faktor utama meningkatnya minat investor.
“Kota Probolinggo memiliki pasar agro, pengembangan konektivitas rel kereta menuju pelabuhan, serta rencana penguatan akses logistik. Nilai investasi awal diperkirakan sekitar Rp 2 triliun dan berpotensi terus berkembang,” ujarnya.
Direktur Utama PT Multi Visi Indonesia Andi Arief menilai visi pembangunan Pemerintah Kota Probolinggo memberikan kepastian bagi dunia usaha. Menurutnya, kejelasan arah kebijakan menjadi faktor krusial dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang.
“Kami melihat visi pembangunan Kota Probolinggo realistis dan terukur. Ini penting karena investasi membutuhkan kepastian dan kesinambungan, bukan sekadar wacana,” katanya.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang general business, industri, dan ekspor-impor, PT Multi Visi Indonesia menilai Kota Probolinggo memiliki keunggulan komparatif, terutama di sektor perikanan, pasar agro, dan logistik. Keunggulan tersebut dinilai sejalan dengan dukungan infrastruktur layanan publik yang relatif lengkap.
Andi menjelaskan, rencana investasi tahap awal berada di kisaran Rp 2 triliun. Namun, dalam jangka panjang nilai investasi berpotensi mencapai USD 1 miliar atau setara Rp 16 triliun, dengan catatan diperlukan kajian teknis dan fiskal secara menyeluruh.
“Perlu sinkronisasi regulasi, khususnya terkait aspek perpajakan agar tidak terjadi tumpang tindih antara kewenangan pusat dan daerah. Investasi ini bersifat jangka panjang dan membutuhkan komunikasi berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Probolinggo memastikan akan melanjutkan pembahasan ke tahap teknis bersama calon investor. Diharapkan, realisasi investasi ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (saw)





















