Kalah 0-2 dari WBFC, Tiket 8 Besar Persekabpas Ditentukan di Pekan Terakhir

31

Surabaya (WartaBromo.com) – Persaingan papan atas Liga Nusantara 2025/2026 Grup D kian memanas dan penuh drama. Ambisi Persekabpas Pasuruan untuk merebut puncak klasemen harus tertahan usai secara mengejutkan takluk 0-2 dari Waanal Brothers FC dalam laga krusial di Stadion Pasiran, Surabaya, Rabu (21/1/2026).

Pertandingan yang sangat menentukan bagi kedua tim itu justru berjalan sesuai skenario Waanal Brothers. Tim berjuluk Rajawali Emas tampil agresif sejak menit awal dan langsung menghantam mental lawan lewat gol cepat Patrick Alfredo Womsiwor saat laga baru berjalan tujuh menit.

Gol cepat tersebut membuat Persekabpas kehilangan ritme permainan. Meski mencoba bangkit dan membangun serangan, rapatnya barisan pertahanan Waanal Brothers membuat upaya tim asal Pasuruan itu kerap mentah sebelum masuk area berbahaya. Skor 1-0 untuk keunggulan Waanal Brothers bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persekabpas melakukan sejumlah pergantian pemain demi mengejar ketertinggalan. Intensitas serangan pun meningkat, namun lagi-lagi disiplin lini belakang Waanal Brothers menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus. Petaka bagi Persekabpas datang di masa injury time, ketika Muhammad Bahari memastikan kemenangan Rajawali Emas lewat gol pada menit 90+4.

Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi Persekabpas. Pasalnya, tiga poin sejatinya bisa membawa mereka menguasai puncak klasemen Grup D di fase paling krusial kompetisi. Sebaliknya, hasil ini justru membuat peta persaingan semakin ruwet hingga pekan terakhir.

Asisten Pelatih Persekabpas Pasuruan, Muhammad Roni Firmansyah, mengakui performa timnya jauh dari ekspektasi.

“Tidak sesuai ekspektasi, jelas mas. Semua sudah kita catat dari match sore tadi. Pastinya akan kita perbaiki di latihan supaya bisa progres di pertandingan terakhir,” ujarnya.

Roni menilai gol cepat Waanal Brothers menjadi titik balik yang memengaruhi permainan anak asuhnya.

“Mungkin karena gol cepat dari WBFC. Setelah itu anak-anak agak kacau dan kesulitan menemukan ritme permainan. Selain itu, WBFC juga bermain lebih agresif,” tambahnya.

Meski demikian, ia tetap optimistis Persekabpas mampu bangkit di laga penentuan.

“Mohon doa dan supportnya untuk match terakhir,” tutup Roni.

Ironisnya, kemenangan ini belum mampu mengangkat posisi Waanal Brothers FC dari dasar klasemen Grup D. Mereka masih berada di peringkat keenam dengan 14 poin, hasil dari delapan kekalahan dan selisih gol minus enam. Namun, kemenangan atas kandidat kuat seperti Persekabpas menjadi bukti bahwa Rajawali Emas tetap berbahaya.

Sementara itu, klasemen Grup D menunjukkan persaingan luar biasa ketat di papan atas. Persiba Bantul menempati posisi pertama dengan 23 poin dari 14 pertandingan dan selisih gol +6. Persekabpas Pasuruan membuntuti di peringkat kedua dengan poin sama, namun kalah selisih gol (+1). Perseden mengintai di posisi ketiga dengan 22 poin, disusul Gresik United (19 poin) dan Persebata (18 poin).

Dengan selisih poin yang sangat tipis, nasib tim-tim di Grup D termasuk siapa yang berhak melaju ke babak 8 besar baru akan ditentukan hingga pertandingan terakhir pekan depan. Drama Liga Nusantara pun dipastikan mencapai klimaksnya di laga pamungkas. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.