Presiden Club: Pasuruan United Layangkan Protes Resmi ke PSSI Jatim

37

Bangil (WartaBromo.com) – Duel panas mewarnai match kedua Grup JJ Liga 4 Jawa Timur antara Pasuruan United melawan Persepam Pamekasan di Stadion R Soedarsono, Pogar, Bangil. Laga yang berakhir imbang 3-3 itu tak hanya menyisakan drama enam gol, tetapi juga polemik panjang yang berujung pada rencana laporan resmi Pasuruan United ke PSSI Jawa Timur.

Presiden Klub Pasuruan United, Bayu Aji Handayanto, menilai pertandingan sore itu lebih mirip tontonan sinetron ketimbang laga sepak bola kompetitif. Ia menyoroti banyaknya protes dan aksi demonstratif yang menurutnya merusak tempo permainan.

“Sore hari ini lihat sepak bola rasanya kayak lihat sinetron. Tapi ya beginilah seninya Liga 4. Kita juga tidak bisa menyalahkan siapa pun, karena memang di Liga 4 ini belum memakai VAR,” ujar Bayu.

Menurutnya, Pasuruan United sejatinya tampil dominan dan layak meraih tiga poin. Namun, tempo permainan dinilai hancur akibat penghentian laga yang terlalu lama karena protes dari pihak lawan.

“Kalau dilihat, kami lebih banyak menguasai bola. Harusnya kita bisa dapat tiga poin. Tapi semuanya hancur, tempo permainan rusak. Ada demo, ada protes yang menurut saya kurang dewasa,” tegasnya.

Bayu menyebut, berdasarkan regulasi yang mereka pahami, penghentian pertandingan lebih dari lima menit bisa menjadi catatan serius. Dalam laga tersebut, ia mengklaim terjadi penguluran waktu hingga sekitar 25 menit.

“Nanti kami akan mengirimkan surat protes ke PSSI Jawa Timur. Karena tadi terjadi penguluran waktu yang sangat lama, sekitar 25 menit. Akibatnya tempo turun, permainan kacau, seperti mulai dari nol lagi,” tambahnya.

Terlepas dari kontroversi, pertandingan sendiri berlangsung sengit. Pasuruan United unggul lebih dulu lewat gol Rosihan pada menit ke-19. Persepam Pamekasan menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri Saifullah enam menit berselang, sebelum Adam Anis membawa tim tamu unggul 2-1 hingga turun minum.

Di babak kedua, penalti yang dieksekusi M. Nurhacqiqi pada menit ke-61 kembali menyamakan skor. Rosihan lalu mencetak gol keduanya yang membawa Pasuruan United unggul 3-2. Namun, keunggulan itu sirna setelah Fasril Ramadhon mencetak gol jarak jauh pada menit ke-72.

Hingga laga berakhir, skor 3-3 tak berubah. Hasil ini membuat persaingan Grup JJ semakin ketat. Pasuruan United dan Persepam sama-sama mengoleksi empat poin, disusul Unesa dengan tiga poin, sementara Persema masih belum meraih angka.

Bayu menilai grup ini menjadi salah satu yang paling menarik karena kepastian tim lolos ke babak delapan besar baru akan ditentukan hingga laga terakhir.

“Grup ini seru. Penentuan lolosnya sampai hari ketiga. Yang penting bagi kami jangan sampai kalah,” tuturnya. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.