Tiris (WartaBromo.com) – Sejumlah fasilitas infrastruktur di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Pekalen, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengalami kerusakan akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Pemerintah pun berencana segera melakukan perbaikan dengan melibatkan dukungan dari pemerintah pusat.
Salah satu fokus utama dalam rencana penanganan tersebut adalah normalisasi DAS Pekalen guna mengurangi potensi banjir susulan di wilayah sekitar.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, R. Oemar Sjarief, membenarkan bahwa pihaknya telah mendampingi tim survei gabungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Timur.
“Benar, pada Kamis kemarin kami bersama BPBD dan PUPR Provinsi melakukan survei lapangan terkait pengajuan perbaikan enam jembatan sekaligus rencana normalisasi DAS Pekalen,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Jumat (23/1/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Zubaidillah, menjelaskan bahwa survei dilakukan di sejumlah lokasi terdampak. Tim meninjau empat titik jembatan serta dua titik aliran sungai yang masuk dalam rencana normalisasi Sungai Kedaton, yang merupakan bagian dari DAS Pekalen.
Tim survei melibatkan BPBD Provinsi Jawa Timur dan Bina Marga Provinsi Jawa Timur, dengan pendampingan dari BPBD Kabupaten Probolinggo, Bina Marga Kabupaten Probolinggo, serta Sekretaris Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris.
“Kami mengajukan usulan perbaikan beberapa jembatan serta pembangunan bronjong sebagai pengaman,” terang Zubaidillah.
Adapun usulan perbaikan tersebut mencakup tiga jembatan di Desa Andungbiru, dua jembatan di Desa Tiris, satu jembatan di Desa Tlogosari, satu titik di Desa Andungsari, serta satu jembatan penghubung antara Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Jember.
Tak hanya itu, di Kecamatan Paiton, tepatnya Desa Jabung Wetan, juga diusulkan pemasangan bronjong untuk memperkuat tebing sungai yang rawan longsor.
Seluruh rangkaian survei ini menjadi tahap awal dalam upaya mitigasi bencana serta pengendalian aliran sungai di kawasan DAS Pekalen. Ke depan, tim gabungan akan kembali melakukan koordinasi untuk menentukan prioritas penanganan dan sumber anggaran yang paling mendesak untuk direalisasikan. (lai/saw)





















