Angin Kencang Terjang Lumbang Probolinggo, Atap SDN II Sapih Porak-Poranda, Siswa Terluka

8

Lumbang (WartaBromo.com) — Hembusan angin kencang menerjang Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (24/1/2026) pagi, hingga menyebabkan atap Sekolah Dasar Negeri (SDN) II Sapih rusak parah.

Peristiwa yang terjadi saat jam sekolah itu sempat memicu kepanikan siswa dan guru.
Angin berkecepatan tinggi dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.20 WIB.

Bagian atap gedung sekolah sisi barat yang berbahan asbes gelombang terlepas dan beterbangan, disusul robohnya sejumlah plafon di dalam ruangan.

Kepala SDN II Sapih, Bahtiar Efendy, mengatakan kerusakan paling parah terjadi di ruang kelas VI dan ruang kantor sekolah. Material bangunan yang terlepas sempat jatuh ke area sekolah dan membahayakan aktivitas belajar mengajar.

“Beberapa lembar asbes dan plafon terlepas akibat angin kencang. Kondisinya cukup membahayakan karena terjadi saat sekolah sedang beraktivitas,” ujar Bahtiar.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, seorang siswa kelas IV bernama Wahyu mengalami luka ringan setelah terkena serpihan asbes di bagian lengan kanan.

“Alhamdulillah hanya luka ringan. Petugas dari puskesmas sudah datang ke rumah siswa untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan medis,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi potensi angin susulan dan demi keselamatan seluruh warga sekolah, pihak sekolah memutuskan meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar dan memulangkan siswa lebih awal.

“Keselamatan anak-anak menjadi prioritas. Karena cuaca belum sepenuhnya aman, kami memutuskan menghentikan KBM sementara,” jelas Bahtiar.

Pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut kepada Koordinator Wilayah Pendidikan dan Pengawas Kecamatan Lumbang agar segera mendapat tindak lanjut.

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo turun ke lokasi untuk melakukan asesmen awal. Petugas BPBD juga menyalurkan bantuan darurat berupa dua lembar terpal dan satu boks peralatan kebersihan.

“Kami sudah melakukan asesmen awal dan memberikan bantuan untuk penanganan sementara agar ruang kelas bisa diamankan,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief.

Pejabat kelahiran Pamekasan, Madura itu menegaskan kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut terfokus pada bagian atap bangunan sekolah. Namun, nilai kerugian masih dalam proses pendataan.

“Tim kami masih menghitung tingkat kerusakan. Hasil asesmen akan segera kami koordinasikan dengan dinas terkait untuk langkah penanganan lanjutan,” tandasnya.

BPBD Kabupaten Probolinggo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama di wilayah perbukitan dan dataran tinggi. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.