Commuter Line Surabaya–Probolinggo Ditargetkan Beroperasi Maret 2026, Baru Dua Perjalanan Sehari

18

Probolinggo (WartaBromo.com) — Setelah lama diwacanakan, layanan Commuter Line Surabaya–Pasuruan–Probolinggo (Supaspro) akhirnya mendapat kepastian waktu operasional.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyebut layanan ini paling lambat mulai beroperasi 1 Maret 2026, dengan skema awal dua perjalanan pulang-pergi setiap hari.

Kepastian itu disampaikan dalam audiensi jajaran direksi KCI dengan Pemerintah Kota Probolinggo di Command Center Pemkot Probolinggo, Kamis (22/1/2026). Namun, pada tahap awal, layanan tersebut masih bersifat terbatas, baik dari sisi frekuensi maupun rangkaian kereta.

Berdasarkan rencana operasional, jadwal pagi akan diberangkatkan dari Stasiun Probolinggo pukul 04.10 WIB dan tiba di Surabaya sekitar pukul 06.45 WIB.

Sementara jadwal sore–malam, kereta berangkat dari Surabaya pukul 18.10 WIB dan tiba di Probolinggo sekitar pukul 20.57 WIB.

Skema tersebut menyasar pekerja komuter yang beraktivitas di Surabaya dan wilayah sekitarnya, meski frekuensi dua kali sehari dinilai belum ideal untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian secara penuh.

Untuk tarif, KCI merencanakan harga maksimal Rp8.000 sekali perjalanan, menyesuaikan ketentuan tarif kereta komuter dengan jarak tempuh di atas 85 kilometer. Namun tarif tersebut belum final dan masih menunggu persetujuan Kementerian Perhubungan.

Pembelian tiket nantinya dilakukan secara non-tunai melalui aplikasi KAI Access. Adapun proses pengajuan perpanjangan rute hingga Probolinggo disebut telah dilakukan sejak enam bulan terakhir melalui koordinasi dengan Daop 9 Jember dan Kementerian Perhubungan.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan, kehadiran Commuter Line Supaspro diharapkan menjawab kebutuhan transportasi warga, khususnya pekerja harian dan komuter antarkota yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi.

“Kami sudah lama mendorong penguatan transportasi publik. Perpanjangan rute hingga Probolinggo ini penting untuk memperbaiki akses dan mobilitas,” ujar Aminuddin.

Menurut dia, pengembangan layanan kereta komuter sejalan dengan posisi Kota Probolinggo sebagai daerah penyangga, baik untuk aktivitas pelabuhan, transit, maupun pariwisata.

Namun ia mengakui, efektivitas layanan sangat bergantung pada kepastian jadwal dan keterjangkauan tarif.

Dari sisi operator, President Director PT KCI Mochamad Purnomosidi menjelaskan, perpanjangan rute Commuter Line hingga Probolinggo saat ini masih menggunakan skema perpanjangan perjalanan KA Supas, belum sepenuhnya rangkaian khusus.

“Untuk tahap awal, perjalanan masih terbatas. Jika okupansi dan kebutuhan masyarakat meningkat, kami siapkan opsi pengoperasian rangkaian khusus Probolinggo–Surabaya,” kata Purnomosidi.

Sementara itu, Pemkot Probolinggo menyatakan tengah menyiapkan dukungan kawasan, termasuk penataan ruang publik dan akses kota, guna menyambut beroperasinya layanan kereta komuter tersebut. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.