Disuruh Operasi, Pria Bertato Asal Kejayan Pilih Damkar: Cincin Monel Nyangkut di Jari

13

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kepanikan dialami Deni Iskandar (38), warga Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, setelah cincin yang dikenakannya tak bisa dilepas dan membuat jarinya membengkak. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (28/1/2026) siang, hingga akhirnya ia mendatangi kantor BPBD Kota Pasuruan untuk meminta bantuan tim pemadam kebakaran (damkar).

Sebelum ke damkar, Deni sempat mendatangi RSUD Soedarsono. Namun ia mengaku takut setelah pihak rumah sakit menyarankan pelepasan cincin melalui tindakan operasi. Tak ingin menjalani operasi, ia memilih alternatif lain dan diarahkan untuk meminta bantuan damkar.

“Saya panik. Dari rumah sakit disuruh operasi, saya takut, akhirnya ke damkar,” ujar Deni, pria dengan tato di tangannya, kepada WartaBromo.com.

Ia menjelaskan, kejadian bermula dari keisengan. Cincin tersebut dipasang sejak malam hari dan sempat masuk dengan agak dipaksakan. Namun saat hendak dilepas, cincin justru tak bisa bergerak dan menyebabkan jarinya semakin bengkak.

“Semalam pasang, masuk bisa, tapi pas dilepas nggak bisa,” katanya.

Proses pelepasan cincin oleh tim damkar berlangsung cukup dramatis. Sekitar lima personel diterjunkan dengan menggunakan alat khusus untuk memotong cincin berbahan monel yang cukup keras.

Proses evakuasi memakan waktu kurang lebih 30 menit hingga cincin akhirnya berhasil dilepas tanpa harus melalui tindakan medis.

Kasi Kedaruratan BPBD Kota Pasuruan, Anang Sururin, menyebut evakuasi berjalan aman meski membutuhkan ketelatenan karena kondisi jari korban sudah membengkak.

“Sedikit lama, soalnya cincin dari bahan monel. Sekitar 30 menit baru bisa di lepas,” ujar Anang.

Deni pun mengaku lega dan bersyukur karena jarinya tidak sampai harus dioperasi. “Terima kasih damkar, akhirnya nggak jadi operasi,” tutupnya. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.