Teh China Jadi Kedok Peredaran Narkoba, Ini Alasan Kemasan Hijau Sering Dipakai

10

Pasuruan (WartaBromo.com) – Teh China kini menjadi sorotan publik setelah polisi mengamankan seorang pria berinisial SKJ, warga Desa Lebakrejo, Kecamatan Purwodadi, pada Rabu (7/1/2026). Dalam kasus tersebut, aparat menyita lima bungkus plastik teh China berwarna hijau yang ternyata berisi narkotika golongan I jenis sabu dengan berat netto mencapai 4.988,8 gram.

Kasus ini menambah daftar panjang penyalahgunaan kemasan teh China sebagai modus penyamaran narkotika. Meski identik dengan produk minuman tradisional asal Tiongkok, kemasan teh justru sering dimanfaatkan oleh jaringan narkoba untuk mengelabui aparat.

Mengapa Teh China Sering Digunakan?

Kemasan teh China memiliki karakteristik yang dinilai “aman” oleh pelaku kejahatan. Desainnya yang umum, warna hijau mencolok, serta tulisan asing membuat paket tersebut terlihat seperti barang konsumsi biasa.

Dalam proses pengiriman, kemasan ini jarang menimbulkan kecurigaan, terutama jika dikirim bersama barang sejenis. Selain itu, daun teh dikenal memiliki aroma kuat. Hal ini kerap dimanfaatkan untuk menyamarkan bau sabu agar tidak mudah terdeteksi, terutama saat melewati pemeriksaan awal.

Bukan Modus Baru dalam Peredaran Narkotika

Penggunaan teh China sebagai bungkus sabu sebenarnya sudah lama terdeteksi di berbagai pengungkapan kasus narkotika di Indonesia. Aparat menyebut, modus ini lazim digunakan untuk pengiriman dalam jumlah besar karena dianggap praktis dan efisien.

Dalam banyak kasus, sabu dikemas menyerupai teh kering lalu dimasukkan ke plastik bersegel. Sekilas, kemasan tersebut sulit dibedakan dari produk teh asli. (jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.