Usai Pelatihan Kemensos, Mayoritas KPM di Probolinggo Belum Aktif Berusaha

9

Probolinggo (WartaBromo.com) – Program pelatihan handcraft yang digulirkan Kementerian Sosial (Kemensos) RI bagi 200 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Probolinggo belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Hingga awal Februari 2026, hanya tujuh KPM yang tercatat aktif memproduksi hasil usaha pascapelatihan.

Kondisi tersebut terungkap dalam kegiatan asesmen Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) 2025 yang dilakukan Kemensos RI bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo, Senin (2/2/2026).

Sebanyak 200 KPM sebelumnya telah mengikuti pelatihan pemintalan pelepah pisang yang difasilitasi Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPKS) Yogyakarta. Peserta tersebar di Kecamatan Leces dan Wonomerto, masing-masing 100 orang.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo, Ninuk Fris Handayani, mengatakan tingkat keaktifan peserta setelah pelatihan masih rendah dan membutuhkan tindak lanjut serius.

“Dari 200 KPM yang sudah dilatih, baru tujuh yang aktif dan menghasilkan produk. Sisanya masih belum berjalan dan akan menjadi fokus pembinaan lanjutan,” kata Ninuk.

Ia menjelaskan, KPM yang aktif telah mampu memproduksi bahan pelepah pisang yang dipintal dan siap dikoordinasikan dengan mitra usaha. Sementara ratusan KPM lainnya masih terkendala pada tahap implementasi usaha.

Asesmen lapangan juga melibatkan perwakilan Kemensos RI Niken Ayu, Amar dari Badan Kerja Sama dan Pembangunan Internasional Turki (TIKA), serta Wagi’an dari Hangestry Handcraft Gunung Kidul, Yogyakarta.

Menurut Wagi’an, kendala utama yang dihadapi KPM bukan pada keterampilan dasar, melainkan keterbatasan sarana produksi.

“KPM sudah mendapat pelatihan, tetapi di lapangan masih kekurangan alat. Yang paling dibutuhkan saat ini adalah alat pengering gedebog untuk menurunkan kadar air bahan baku, serta timbangan,” ujarnya.

Sebagai bentuk stimulus, hasil pemintalan yang telah diproduksi KPM aktif diborong dan dibawa ke Yogyakarta.

“Hasil kerja mereka kami beli semua sebagai bentuk motivasi agar usaha tetap berjalan,” kata Wagi’an.

Dinsos Kabupaten Probolinggo menyatakan akan memperkuat pendampingan agar pelatihan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan semata, tetapi berujung pada keaktifan dan kemandirian ekonomi KPM. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.