Pasuruan (WartaBromo.com) – Konflik antar nelayan yang melibatkan warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, dengan warga Kelurahan Ngemplak, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, pada Rabu (4/2/2026), akhirnya disepakati untuk diselesaikan secara damai.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat mediasi kedua yang digelar di Kantor Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Rabu malam hingga dini hari. Mediasi ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, unsur Forkopimda, TNI-Polri, serta tokoh masyarakat dari kedua wilayah.
Berdasarkan notulensi kejadian, konflik bermula sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, perahu nelayan jaring trawl (pukat harimau) milik warga Ngemplak ditahan oleh nelayan Dusun Kisik, Desa Kalirejo, karena dinilai kerap mengganggu aktivitas nelayan setempat. Sekitar lima anak buah kapal (ABK) perahu trawl tersebut kemudian diamankan di rumah salah satu warga Kisik.
Persoalan tersebut sempat dimediasi di rumah anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Mashuda Hidayatulloh. Dalam mediasi awal itu, kedua belah pihak sepakat untuk mengembalikan perahu trawl setelah kondisi air laut pasang.
Namun situasi kembali memanas ketika nelayan Kalirejo yang baru pulang melaut dan tidak mengetahui adanya kesepakatan mediasi, diduga membakar perahu trawl tersebut. Insiden itu memicu emosi warga Ngemplak hingga berujung pada pembakaran sekitar 4 perahu nelayan Kebonsawah yang berada di kawasan sungai Pelabuhan Ngemplak.
Tak berhenti di situ, seorang nelayan Kebonsawah bernama Toha, yang disebut tidak mengetahui konflik sebelumnya, menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal saat berupaya menyelamatkan perahunya. Korban mengalami luka bacok di bagian belakang kepala dan langsung dilarikan ke RSUD R. Soedarsono, Kota Pasuruan, untuk mendapatkan perawatan medis.
Buntut dari kejadian tersebut, warga Desa Kalirejo sempat mendatangi wilayah Ngemplak untuk mencari pelaku pembacokan. Namun aksi tersebut berhasil diredam oleh aparat TNI dan Polri yang telah bersiaga, sehingga warga diarahkan untuk kembali ke rumah masing-masing.
Aparat keamanan kemudian memperketat penjagaan di sejumlah titik rawan konflik guna mencegah terjadinya bentrokan susulan.
Sekitar pukul 23.10 WIB hingga 00.23 WIB, rapat mediasi kedua digelar di Kantor Kecamatan Panggungrejo. Dalam forum tersebut, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menegaskan bahwa seluruh pihak yang hadir telah sepakat untuk berdamai dan menjaga situasi tetap kondusif.
“Semua pihak sudah bersepakat untuk damai dan menjaga kondusivitas wilayah. Kita minta masyarakat menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan masalah ini kepada aparat,” tegas Adi Wibowo.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para nelayan, agar tidak terpancing emosi serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan di lapangan. (red)





















