PLN Indonesia Power UBP Grati Perkuat Program Eco Agropreneur Lewat Pelatihan Pupuk Organik dan Eco Enzyme

8
Praktek pembuatan pupuk organik

Pasuruan (WartaBromo.com) – PT PLN Indonesia Power UBP Grati memperkuat program inovasi perusahaan bertema eco agropreneur melalui pelatihan pembuatan pupuk organik dan eco enzyme bagi kelompok binaan di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pertanian ramah lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.

Pelatihan digelar selama dua hari, Kamis (29/1/2026) hingga Jumat (30/1/2026), bertempat di Kampung Kopi Desa Jatiarjo. Lebih dari 60 peserta mengikuti kegiatan ini yang berasal dari dua kelompok binaan, yakni Sumber Makmur Abadi (SUMADI) dan LPHD Arjuno Lestari.

Dalam pelaksanaannya, PLN Indonesia Power UBP Grati menggandeng P4S Tani Makmur Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, sebagai narasumber utama.

Manager Administrasi PT PLN Indonesia Power UBP Grati, Haryo Penangsang, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian dan ketahanan pangan masyarakat.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap kemampuan dan wawasan peserta dalam bertani organik semakin meningkat, sehingga mampu menghasilkan produk pangan yang sehat serta menjaga keseimbangan lingkungan,” ujarnya.

Materi pelatihan mencakup teknik pembuatan pupuk organik dan eco enzyme, pemilihan bahan baku, proses fermentasi, hingga penerapan pada lahan pertanian. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam praktik pertanian organik yang berkelanjutan.

Ketua P4S Tani Makmur, Damianto, menjelaskan secara langsung tahapan pembuatan pupuk organik dan eco enzyme serta berbagi pengalaman praktik pertanian organik yang efektif. Salah satu keunikan dalam pelatihan ini adalah pemanfaatan tepung kerang sebagai campuran bahan pupuk.

Bahan tersebut berasal dari limbah non-B3 di sekitar area unit yang telah diolah dan dimanfaatkan kembali bersama bahan organik lain, seperti air kelapa, air cucian beras, air sisa pembuatan tempe, molase, pucuk daun, bawang merah, dan bawang putih.

Kegiatan pelatihan ditutup dengan sesi praktik, di mana peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk memproduksi pupuk organik dan eco enzyme secara langsung. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem pertanian hijau berbasis potensi lokal. (Jun/**)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.