Sampah Menutup Akses TPU Sumbertaman, Warga Probolinggo Kesulitan Melintas

5

Probolinggo (WartaBromo.com) – Tumpukan sampah liar sepanjang ratusan meter masih menutup akses utama menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Hingga awal Februari 2026, sampah tersebut belum juga diangkut, sehingga menyulitkan mobilitas warga yang melintas di kawasan tersebut.

Sampah tampak mengular di sisi jalan menuju TPU dan sebagian memakan badan jalan. Kondisi ini memaksa pengguna jalan, termasuk peziarah makam, melintas bergantian karena ruang jalan semakin sempit.

Ketua RW 2 Kelurahan Sumbertaman, Rebudi, mengatakan persoalan penumpukan sampah itu telah lama diketahui oleh pemerintah kelurahan, kecamatan, hingga dinas terkait. Namun, penanganan di lapangan dinilai belum jelas.

“Katanya sudah menjadi perhatian, tapi sampai sekarang tidak ada perubahan. Sampah justru terus bertambah dan meluas,” kata Rebudi, Kamis (5/2/2026).

Menurut Rebudi, sampah didominasi ranting pohon dan limbah organik yang tidak terangkut armada pengangkut. Selain itu, lokasi tersebut juga kerap menjadi tempat pembuangan sampah dari luar wilayah Kelurahan Sumbertaman.

Ia menyebut keterbatasan daya tampung Tempat Pembuangan Sementara (TPS) menjadi persoalan utama. Usulan perluasan TPS, kata dia, sudah disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun lalu, namun tidak terealisasi.

“Usulan perluasan TPS selalu mentok. Padahal lahannya aset pemerintah,” ujar pria yang juga aktif sebagai jurnalis itu.

Rebudi menilai kondisi tersebut sudah mengganggu aktivitas warga dan memerlukan penanganan segera. Hampir setengah badan jalan tertutup sampah, sehingga rawan bagi pengguna jalan.

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo mengeluarkan surat resmi tertanggal 29 Januari 2026 kepada Lurah Sumbertaman. Dalam surat itu, DLH menyatakan akan melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah liar di luar area TPS sebagai bagian dari Program Kota Probolinggo Bersolek.

Kepala DLH Kota Probolinggo, Retno Wandansari, menekankan perlunya keterlibatan masyarakat dan pemerintah kelurahan untuk mencegah penumpukan sampah kembali terjadi. DLH juga mengatur pola pembuangan sampah berdasarkan jenis kendaraan.

“Petugas pengambil sampah RT/RW dan warga yang menggunakan kendaraan roda tiga diarahkan membuang sampah ke TPS Ungup-Ungup atau TPS Kerinci,” demikian dalam keterangan tertulisnya.

Sementara pembuang sampah dengan kendaraan roda empat diminta langsung menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Hingga kini, warga Sumbertaman masih menunggu realisasi pembersihan di lapangan.

Tumpukan sampah di akses TPU tersebut belum menunjukkan tanda-tanda berkurang, meski kebijakan penertiban telah diterbitkan secara administratif. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.