Konflik Nelayan Pasuruan Berakhir dengan Kesepakatan Damai di Polres Pasuruan Kota

9

Pasuruan (WartaBromo.com) – Upaya perdamaian antara kelompok nelayan di Kota dan Kabupaten Pasuruan akhirnya membuahkan hasil. Dua kelompok nelayan yang sebelumnya terlibat konflik, yakni nelayan Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan dan nelayan Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, resmi menyepakati perdamaian dan berjanji tidak mengulangi aksi saling bakar perahu.

Kesepakatan damai tersebut dicapai melalui musyawarah yang disaksikan langsung oleh perwakilan pemerintah Kota dan Kabupaten Pasuruan, kepolisian, serta TNI pada Kamis (5/2/2026) malam di Rupatama Sanika Satyawada Polres Pasuruan Kota.

“Kedua belah pihak sudah sepakat damai. Kesepakatan ini disaksikan langsung oleh pemerintah masing-masing, kepolisian, dan TNI,” ujar Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi, Jumat (6/2/2026).

Dalam kesepakatan tersebut, terdapat empat poin utama yang disepakati kedua kelompok nelayan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi pada Rabu (4/2/2026) lalu secara damai dan kekeluargaan. Pertama, para kedua pihak sepakat damai dan permasalahan dianggap selesai. Kedua, korban pembacokan akan diberikan santunan serta ganti rugi biaya pengobatan. Ketiga, kedua pihak sepakat tidak mengulangi kejadian serupa dan menaati peraturan hukum yang berlaku. Keempat, bantuan ganti rugi terhadap kapal yang terbakar akan diselesaikan secara bersama-sama dengan melibatkan Pemerintah Kota Pasuruan dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

“Setelah kesepakatan damai tercapai, para perwakilan nelayan membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen,” tambah Junaidi.

Diketahui sebelumnya, konflik antar nelayan pecah di perairan Katingan, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (4/2/2026) sore. Perselisihan bermula ketika salah satu perahu nelayan asal Kelurahan Ngemplakrejo menggunakan jaring trawl yang memicu protes nelayan Dusun Kisik, Desa Kalirejo.

Ketegangan tersebut kemudian berujung pada aksi saling bakar perahu. Akibat kejadian itu, sebanyak 11 perahu nelayan terbakar di kawasan Pelabuhan Pasuruan. Selain kerugian materi, dua nelayan juga mengalami luka bacok.

Hingga saat ini, aparat kepolisian dari satuan Brimob masih disiagakan di sekitar pelabuhan guna menjaga situasi keamanan dan mencegah terjadinya konflik susulan. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.