Konflik Antar Nelayan Berujung Pembakaran Perahu, Polisi Akan Lakukan Olah TKP Hari Ini

19

Pasuruan (WartaBromo.com) – Meski konflik antar nelayan di Kota dan Kabupaten Pasuruan telah berakhir dengan kesepakatan damai, aparat kepolisian tetap melanjutkan proses hukum. Polres Pasuruan Kota dijadwalkan akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Sabtu (7/2/2026) hari ini di lokasi pembakaran perahu nelayan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa konflik yang terjadi pada Rabu (4/2/2026) lalu. Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab awal konflik yang berujung pada aksi saling bakar perahu.

Sebelumnya, pihak kepolisian menyebut jika pemicunya adalah kesalahpahaman. Beberapa rangkaian penyelidikan juga masih dilakukan.

Diketahui, perahu yang terdampak konflik masih dipasangi garis polisi. Hal ini dilakukan untuk menjaga keutuhan TKP sebelum proses olah TKP dilaksanakan.

Hingga saat ini pihak kepolisian belum menetapkan pelaku maupun tersangka dalam kasus tersebut. Seluruh tahapan masih berada pada proses penyelidikan.

Dalam olah TKP kali ini, Polres Pasuruan Kota juga akan melibatkan tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur untuk mendukung pengumpulan alat bukti di lapangan.

“Hari ini olah TKP, labfor polda di lokasi,” ujar Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaedi, Sabtu (7/2/2026).

Sebelumnya diberitakan, konflik antar nelayan Pasuruan telah berakhir dengan kesepakatan damai. Dua kelompok nelayan yang terlibat, yakni nelayan Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan dan nelayan Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

Kesepakatan damai tersebut dicapai melalui musyawarah mufakat yang disaksikan pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI di Rupatama Sanika Satyawada Polres Pasuruan Kota pada Kamis (5/2/2026) malam. Dalam kesepakatan itu, kedua belah pihak berkomitmen tidak mengulangi konflik serupa dan sepakat menyelesaikan persoalan ganti rugi secara bersama-sama.

Diketahui, konflik bermula dari perselisihan di perairan Katingan, Kabupaten Sidoarjo, yang kemudian merembet hingga ke kawasan Pelabuhan Pasuruan. Insiden tersebut menyebabkan 11 perahu nelayan terbakar dan dua orang mengalami luka bacok. Hingga kini, aparat kepolisian masih bersiaga di sekitar pelabuhan untuk menjaga kondusivitas wilayah. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.