Perahu Warga Kalirejo yang Terbakar di Pelabuhan Kota Dikembalikan, Korban Pembacokan Saling Memaafkan

66

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pasca konflik antar nelayan yang berujung pembakaran perahu di Pelabuhan Kota Pasuruan, proses pemulihan mulai berjalan. Perahu milik nelayan Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, yang sebelumnya diamankan polisi kini telah dikembalikan kepada pemiliknya. Sementara itu, para korban pembacokan juga telah sepakat untuk saling memaafkan.

Langkah ini menyusul kesepakatan damai yang difasilitasi pemerintah dan aparat keamanan pada Kamis (5/2/2026) malam. Pertemuan tersebut digelar dihadiri perwakilan warga Dusun Kisik, kepala desa, Wali Kota Pasuruan, unsur DPRD, serta Kapolres Pasuruan Kota.

Dalam pertemuan itu, disepakati tiga poin utama. Pertama, kedua belah pihak sepakat mengakhiri konflik dan menjaga situasi tetap kondusif. Kedua, terkait perahu yang terbakar, pemerintah akan melakukan pendataan dan perhitungan kerugian terlebih dahulu sebelum menentukan bentuk bantuan.

“Untuk kapal-kapal ini akan dihitung dulu. Setelah itu akan dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten karena ini melibatkan dua wilayah, yakni warga kabupaten dan kota. Bantuan pasti ada, tapi harus melalui proses karena menggunakan anggaran daerah,” kata AKP Decky Tjahyono Try Yoga, Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota yang menyaksikan langsung penyerahan perahu tersebut, Sabtu (7/2/2026).

Poin ketiga menyangkut korban luka akibat insiden pembacokan. Kedua belah pihak telah sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan. Bahkan, warga Kelurahan Ngemplakrejo yang difasilitasi oleh pihak kecamatan menyatakan kesediaannya untuk membantu pengobatan korban.

“Dari pihak warga Ngemplakrejo yang difasilitasi oleh camat akan mengobati,” jelasnya.

Sementara itu, aparat kepolisian tetap melanjutkan proses penyelidikan guna mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh. Sebelumnya, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur dan Inafis Polres Pasuruan Kota memastikan bahwa pembakaran perahu dilakukan secara sengaja menggunakan bom molotov.

Diketahui, konflik antar nelayan ini melibatkan kelompok nelayan Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan dan nelayan Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Perselisihan bermula dari cekcok di perairan Katingan, Kabupaten Sidoarjo, sebelum akhirnya memicu pembakaran 11 perahu nelayan di Pelabuhan Kota Pasuruan. Dua orang dilaporkan mengalami luka bacok dalam insiden tersebut.

Meski telah dicapai perdamaian, aparat keamanan masih bersiaga di sekitar kawasan pelabuhan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.