Polisi Olah TKP Perahu Terbakar di Pasuruan, Bom Molotov Ditemukan

31

Pasuruan (WartaBromo.com) – Aparat kepolisian terus mengusut tuntas konflik antar nelayan yang berujung pembakaran sejumlah perahu di Pelabuhan Kota Pasuruan. Terbaru, polisi menemukan bom molotov saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (7/2/2026) siang.

Pantauan di lokasi, tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur bersama Inafis Polres Pasuruan Kota menyisir area perahu yang terbakar di Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Proses olah TKP dilakukan secara menyeluruh dengan memeriksa satu per satu perahu yang terdampak insiden tersebut.

Dalam pemeriksaan itu, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai dari serpihan kayu yang hangus terbakar, potongan spon, hingga botol yang diduga berisi bahan bakar jenis bensin. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa pembakaran tersebut.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Decky Tjahyono Try Yoga, menyampaikan bahwa hasil olah TKP dan pemeriksaan laboratorium menguatkan dugaan penggunaan bom molotov.

“Kami telah mengembalikan barang bukti yang kemarin kami amankan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim Labfor dan identifikasi Polda Jawa Timur, diketahui bahwa perahu-perahu yang terbakar ini akibat lemparan bom molotov,” jelas Decky.

Olah TKP ini merupakan tindak lanjut dari penyelidikan polisi meski konflik antar nelayan di Kota dan Kabupaten Pasuruan sebelumnya telah disepakati berakhir secara damai. Polisi menegaskan proses hukum tetap berjalan guna mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.

“Untuk melengkapi rangkaian penyelidikan. Tapi semuanya sudah sepakat damai,” katanya.

Sebelumnya, Polres Pasuruan Kota telah menjadwalkan olah TKP pada Sabtu (7/2/2026) dengan melibatkan tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur. Langkah tersebut dilakukan untuk mendalami penyebab awal konflik yang terjadi pada Rabu (4/2/2026) lalu.

Diketahui, konflik antar nelayan tersebut melibatkan dua kelompok, yakni nelayan Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan dan nelayan Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Konflik bermula dari perselisihan di perairan Katingan, Kabupaten Sidoarjo, sebelum akhirnya merembet hingga ke kawasan Pelabuhan Pasuruan.

Insiden tersebut menyebabkan 11 perahu nelayan terbakar dan dua orang mengalami luka bacok. Meski telah dicapai kesepakatan damai melalui musyawarah di Rupatama Sanika Satyawada Polres Pasuruan Kota pada Kamis (5/2/2026) malam, aparat kepolisian tetap bersiaga di sekitar pelabuhan guna menjaga kondusivitas wilayah. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.