Aplikasi MBA Macet, Puluhan Warga Pakuniran Geruduk Rumah Terduga Koordinator Investasi

451

Pakuniran (WartaBromo.com) — Ketidakpastian pencairan dana investasi berbasis aplikasi MBA berujung pada kemarahan warga. Puluhan orang mendatangi sebuah rumah di Desa Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Senin (9/2/2026), yang diduga menjadi tempat koordinasi investasi ilegal tersebut.

Situasi di lokasi sempat memanas. Warga yang merasa dirugikan menuntut kejelasan setelah dana yang mereka tanamkan melalui aplikasi MBA tidak lagi bisa ditarik.

Aparat kepolisian bersama unsur pemerintah kecamatan turun ke lokasi untuk mencegah terjadinya kericuhan.

Rumah yang didatangi warga diketahui dihuni seorang perempuan berinisial A, di Dusun Kembang. Ia yang diduga berperan sebagai koordinator perekrutan member aplikasi MBA di wilayah Pakuniran dan sekitarnya.

“Warga datang karena uang mereka tidak bisa ditarik. Katanya, yang mengoordinir investasi itu dari rumah tersebut,” kata Syamsul, warga setempat.

Syamsul mengaku penawaran investasi melalui aplikasi MBA sempat menyebar luas di lingkungannya. Skema yang ditawarkan menjanjikan keuntungan harian dengan modal relatif kecil, namun berkelanjutan.

Ia sendiri memilih tidak ikut, meski sempat ditawari oleh kerabatnya.
Di depan rumah yang diduga menjadi pusat aktivitas tersebut, terpasang banner aplikasi MBA.

Keberadaan atribut promosi itu memperkuat dugaan warga bahwa lokasi tersebut menjadi titik pengumpulan dana investasi.

Berdasarkan pengakuan para korban, kerugian yang dialami bervariasi, mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah per orang. Secara akumulatif, dana yang dihimpun dari warga disebut-sebut mencapai miliaran rupiah.

Modus investasi yang ditawarkan menjanjikan imbal hasil harian, antara lain deposit Rp 500.000 dengan keuntungan Rp 15.000 per hari, hingga paket Rp 4,5 juta yang diklaim menghasilkan Rp 150.000 per hari.

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial dan aplikasi pesan singkat, tampak seorang perempuan yang diduga koordinator investasi dibawa keluar dari rumah oleh aparat demi menghindari amukan massa.

Hadir di lokasi antara lain Kapolsek Pakuniran AKP Sugeng Harianto, Camat Pakuniran Hasan Zainuri, serta Kapolsek Paiton AKP Riyono.

Namun hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum menyampaikan keterangan resmi terkait status hukum terduga koordinator, jumlah korban, maupun total kerugian yang dialami masyarakat.

Kapolsek Paiton AKP Riyono menegaskan kehadiran pihaknya sebatas membantu pengamanan. “Kami hanya melakukan pengamanan. Untuk penanganan perkara, silakan ke Polsek Pakuniran,” ujarnya singkat.

Sementara upaya konfirmasi kepada Kapolsek Pakuniran juga belum membuahkan hasil.

Kasus ini kembali menjadi peringatan bagi masyarakat untuk waspada terhadap investasi berbasis aplikasi dengan iming-iming keuntungan cepat dan pasti.

Aparat penegak hukum diharapkan segera memberikan kepastian hukum guna melindungi korban dan mencegah kasus serupa terulang. (aly/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.