Jembatan Vital di Krejengan Probolinggo Nyaris Ambruk, Akses Warga Lumpuh dan Harus Memutar 15 Kilometer

7

Krejengan (WartaBromo com) — Ancaman keselamatan menghantui warga Kabupaten Probolinggo setelah sebuah jembatan vital di Kecamatan Krejengan dilaporkan mengalami kerusakan serius hingga nyaris ambruk.

Kondisi ini memaksa penutupan total bagi kendaraan roda empat dan memicu terganggunya mobilitas warga, termasuk akses pendidikan dan ekonomi.

Jembatan yang terdampak berada di Desa Sumberkatimoho, Kecamatan Krejengan. Jembatan sepanjang sekitar 32 meter itu mulai menunjukkan kerusakan parah sejak Kamis (5/2/2026).

Retakan tampak di sejumlah titik ujung jembatan, sementara bagian tengah mengalami penurunan struktur yang mengkhawatirkan. Demi keselamatan, akses jembatan ditutup total sejak Jumat (6/2/2026).

“Awalnya kami dapat laporan dari warga hari Rabu sore. Kamis subuh dicek, kondisinya sudah mulai ambruk,” ujar Ketua BPD Sumberkatimoho, Musidin, Senin (9/2/2026).

Menutup total jembatan berarti memutus jalur utama penghubung Desa Widoro dan Kedungcaluk menuju Desa Karangren serta Desa Seboro.

Tak ingin aktivitas warga lumpuh total, pemerintah desa bersama BPD dan warga bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu di sisi barat jembatan pada Minggu (8/2).

“Ini sementara, supaya anak-anak sekolah SMP dan MTs tetap bisa berangkat sekolah dengan berjalan kaki,” kata Musidin.

Pihak desa telah melaporkan kondisi tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo. Meski dinas terkait sudah melakukan pengecekan, warga masih menunggu kepastian waktu perbaikan permanen.

Jembatan berukuran sekitar 25 x 4 meter itu dilaporkan rusak berat setelah abutment atau tiang tengahnya patah. Dampaknya, baja penopang jembatan ikut bengkok dan membahayakan pengguna jalan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, mengatakan kerusakan dipicu oleh dampak banjir yang menyebabkan penurunan di bagian tengah jembatan.

“Begitu ada laporan, tim langsung kami turunkan. Abutment patah, bajanya bengkok. Sangat berbahaya untuk roda empat,” ujarnya.

Saat ini, jembatan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dengan kehati-hatian tinggi. Kendaraan roda empat dilarang melintas dan diarahkan menggunakan jalur alternatif. Konsekuensinya, warga harus memutar sejauh sekitar 15 kilometer melalui wilayah Krejengan.

Padahal, jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur penghubung langsung antar desa dan kecamatan. Gangguan ini berdampak langsung pada aktivitas warga, distribusi barang, hingga layanan darurat.

Terkait penanganan jangka panjang, Hengki memastikan pihaknya telah menyiapkan rencana rehabilitasi total. Perencanaan akan diusulkan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), sementara pengerjaan fisik ditargetkan mulai tahun depan atau paling lambat 2027.

“Target kami rehab total supaya lebih aman dan tahan terhadap risiko banjir,” tegasnya.

Pemkab Probolinggo mengimbau masyarakat mematuhi rambu peringatan dan tidak memaksakan melintas demi keselamatan. Sementara itu, warga berharap pemerintah bergerak cepat agar akses vital yang menopang aktivitas harian mereka segera pulih. (aly/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.