Pusat Oleh-oleh Rp 1,5 Miliar di Kraksaan Terbengkalai, Janji Serap Produk UMKM Tinggal Wacana

7

Kraksaan (WartaBromo.com) — Bangunan Pusat Oleh-oleh milik Pemerintah Kabupaten Probolinggo di Kraksaan berdiri tanpa fungsi.

Proyek bernilai lebih dari Rp 1,5 miliar yang digadang-gadang menjadi etalase produk UMKM lokal itu justru mangkrak, setahun lebih setelah rampung dikerjakan.

Pantauan di lokasi, Senin (9/2/2026), kondisi gedung tampak memprihatinkan. Sampah berserakan di sejumlah sudut, area sekitar mulai kumuh, dan tak ada satu pun aktivitas ekonomi.

Di sisi selatan bangunan, beberapa gerobak pedagang kaki lima dibiarkan terparkir tanpa pengelolaan.

Pada malam hari, kawasan tersebut bahkan kerap menjadi tempat nongkrong anak muda.
“Sudah lama selesai, tapi tidak pernah dipakai. Malam malah jadi tempat kumpul-kumpul,” kata Andi, warga sekitar lokasi.

Gedung pusat oleh-oleh itu dibangun menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2024 dengan total biaya Rp 1.564.720.000. Lokasinya berada di eks rumah dinas dokter, di kompleks Kantor Kecamatan Kraksaan, tepat di timur Gedung Islamic Center, Kelurahan Patokan.

Berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor 602.1/4.709/SP.PK/426.113/2024, proyek dimulai pada 18 Juli 2024 dan ditargetkan selesai pada 11 Desember 2024 dengan masa pengerjaan 147 hari kalender.

Kontraktor pelaksana adalah CV Man Ana Konstruksi, konsultan perencana CV Ronggolawe Constama, dan konsultan pengawas CV Mega Konsultan.

Warga mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola aset tersebut. Mereka menilai bangunan itu kini hanya menjadi monumen pemborosan anggaran.

“Katanya pusat oleh-oleh, tapi sampai sekarang kosong. Kalau dibiarkan begini, ini jelas mubazir. Uangnya dari negara,” ujar Andi.

Ironisnya, proyek ini sebelumnya dipromosikan sebagai solusi konkret bagi persoalan pemasaran UMKM. Saat meninjau pembangunan pada Agustus 2024, Penjabat Bupati Probolinggo saat itu, Ugas Irwanto, menyebut pusat oleh-oleh akan menyerap hingga 60 persen produk UMKM lokal yang selama ini kesulitan akses pasar.

Menurut Ugas, keberadaan gedung tersebut diharapkan mampu menjadi jalur distribusi tetap bagi produk UMKM, tidak hanya bergantung pada event atau platform digital yang belum dikuasai semua pelaku usaha.

“Dengan pusat oleh-oleh ini, produk UMKM bisa dipasarkan lebih luas dan berkelanjutan,” kata Ugas kala itu, didampingi Kepala Disperkimtan Kabupaten Probolinggo, Robby Siswanto.

Ugas bahkan menargetkan gedung itu mulai beroperasi pada awal 2025. Namun hingga Februari 2026, pusat oleh-oleh tersebut belum juga difungsikan.

Kini, gedung yang dibangun dengan dana publik itu justru menunggu kepastian. Janji penguatan UMKM tinggal wacana, sementara bangunan terus menua tanpa aktivitas, menambah daftar proyek pemerintah daerah yang selesai dibangun tetapi tak kunjung dimanfaatkan. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.