Aplikasi MBA Bermasalah di Berbagai Daerah, Polisi Pangandaran Pastikan Skema Penipuan

1107
Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari saat menemui member MBA. Foto : istimewa

Probolinggo (WartaBromo.com) — Masalah investasi digital berbasis aplikasi MBA (MBAstack Limited Company) tidak hanya mencuat di Kabupaten Probolinggo. Di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menggelar aksi di depan kantor MBA yang berlokasi di kecamatan Parigi pada Senin (9/2/2026).

Disebut-sebut ada ribuan pengguna dilaporkan gagal menarik dana sejak awal Februari 2026. Aparat kepolisian setempat pun memastikan platform tersebut merupakan praktik penipuan berkedok investasi.

Salah satu member, Dede Kusmawan mengaku dirinya bergabung dengan aplikasi itu sejak 28 Desember 2025. Selama 2 bulan bergabung, aplikasi itu berjalan normal. Dana dapat ditarik setiap hari dari pukul 09.30 hingga 17.30 WIB.

“Semula bisa cair, tapi setelah semua member melakukan deposit, tapi besoknya tidak bisa cair. Bahkan saat aksi ini, aplikasi tak bisa dibuka,” kata warga Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang itu, kepada wartawan.

Gejala bermasalahnya aplikasi MBA mulai dirasakan anggota ketika sistem penarikan dana mendadak terganggu. Pengelola aplikasi sempat menyampaikan pemberitahuan melalui grup WhatsApp yang dikelola admin bernama Nathalie. Dalam pesan tersebut, pengguna dijanjikan penurunan biaya penarikan dari 8 persen menjadi 3 persen, yang disebut akan berlaku mulai 9 Februari 2026.

Namun, janji itu tak pernah terealisasi. Sejak 4 hingga 6 Februari 2026, fitur penarikan dana justru dihentikan sementara dengan dalih proses sinkronisasi data bersama bank mitra. Ironisnya, saldo pengguna tetap terpotong, sementara dana tak kunjung masuk ke rekening tujuan dan hanya tercatat berstatus “Dalam Proses” di aplikasi.

Kondisi ini memicu kepanikan dan kekecewaan di kalangan anggota. Kholid, member lainnya, mengaku baru menyadari adanya kejanggalan setelah upaya penarikan dananya berulang kali gagal.

“Saldo saya berkurang, tapi uangnya tidak pernah masuk ke rekening. Penarikan selalu berhenti di status ‘Dalam Proses’,” ujar Kholid.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari menyatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan sejak awal munculnya keluhan masyarakat. Hasil penelusuran kepolisian menunjukkan bahwa MBAstack bukan perusahaan investasi, melainkan bergerak di bidang periklanan yang menyalahgunakan skema rekrutmen berbayar.

“MBAstack ini bukan investasi. Mereka menghimpun dana masyarakat dengan kedok aktivitas digital. Ini sudah melanggar aturan,” kata Ikrar.

Ia menjelaskan, pengelola aplikasi menarik iuran dari anggota dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp4,5 juta hingga mencapai Rp100 juta per orang.

“Setiap pihak yang menghimpun dana masyarakat wajib memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan. Jika tidak memiliki izin, itu sudah masuk kategori pelanggaran hukum,” tegasnya.

Polres Pangandaran mencatat sedikitnya 30 hingga 40 laporan informal dari warga yang mengaku menjadi korban. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat. Untuk menampung laporan resmi, kepolisian telah membuka posko pengaduan khusus.

Selain itu, aparat juga melakukan pengamanan di kantor MBA wilayah Parigi guna mengantisipasi potensi kericuhan akibat luapan emosi para korban.

Kapolres Pangandaran kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat, terlebih yang hanya mengandalkan aktivitas sederhana seperti menyukai atau menonton konten digital.

“Aplikasi yang menjanjikan keuntungan instan patut dicurigai. Masyarakat harus lebih kritis sebelum menanamkan uangnya,” ujarnya.

Diketahui Polres Probolinggo mengamankan tiga perempuan yang diduga berperan sebagai koordinator investasi berbasis aplikasi MBA. Ketiganya perempuan berinisial NH, SD, dan IS, yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing dalam operasional aplikasi investasi tersebut.

Menyusul aksi spontan warga yang mendatangi rumah NH fi Dusun Kembang, Desa Pakuniran, Kecamatan Pakuniran pada Senin (9/2/2026). Dimana ratusan warga meluapkan kekecewaan akibat gagalnya pencairan bonus dan dana investasi yang dijanjikan aplikasi tersebut.

Aplikasi MBA sendiri belakangan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial dan forum daring. Selain menggunakan nama MBAstack, aplikasi ini juga terdeteksi memakai sejumlah domain lain, termasuk mba7.com. Pola operasionalnya diduga kuat menyerupai skema Ponzi atau investment scam yang merugikan ribuan anggota di berbagai daerah. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.