
Jakarta (WartaBromo.com) — Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi berupa diskon tarif transportasi umum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2026 sekaligus memfasilitasi arus mudik Idulfitri.
Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 911,16 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta non-APBN.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat serta meningkatkan mobilitas selama periode libur Lebaran.
“Dalam rangka libur Hari Besar Keagamaan Nasional Idulfitri, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi. Total anggarannya Rp 911,16 miliar,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/22026).
Diskon tarif kereta api diberikan sebesar 30 persen dari harga tiket normal. Program ini berlaku untuk perjalanan pada 14–29 Maret 2026 dengan target sekitar 1,2 juta penumpang. Potongan harga tersebut disalurkan melalui PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Selain kereta api, pemerintah juga memberikan diskon tarif angkutan laut. Tiket kapal penumpang PT Pelni (Persero) dipangkas sebesar 30 persen dari tarif dasar untuk periode 11 Maret hingga 5 April 2026. Pemerintah menargetkan kebijakan ini menjangkau sekitar 445 ribu penumpang.
Pada sektor penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan diskon tarif jasa kepelabuhan hingga 100 persen. Insentif ini berlaku pada 12–31 Maret 2026 dengan target 945 ribu unit kendaraan dan sekitar 2,4 juta penumpang.
Pemerintah juga menurunkan tarif angkutan udara domestik kelas ekonomi. Diskon tiket pesawat diberikan sebesar 17–18 persen untuk perjalanan pada 14–29 Maret 2026, dengan sasaran 3,3 juta penumpang.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah mendorong penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurai kepadatan perjalanan dan memberi fleksibilitas waktu bagi masyarakat.
“Diberikan fleksibilitas penetapan hari kerja, baik bagi aparatur sipil negara maupun pekerja swasta,” ujar Airlangga.
Pemerintah berharap stimulus diskon transportasi ini dapat menjaga konsumsi rumah tangga serta memperkuat aktivitas ekonomi nasional selama periode Lebaran 2026. (saw)



















